Sekolah Tatap Muka, Wali Kota Solo Wajibkan Siswa Dijemput Orang Tua

Syahrul Ansyari, Fajar Sodiq (Solo)
·Bacaan 2 menit

VIVA - Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mendukung usulan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, untuk memulai kegiatan sekolah-tatap-muka">sekolah tatap muka pada Januari 2020.

Hanya saja, mantan wakil Jokowi saat menjadi wali kota Solo itu meminta para siswa wajib diantar dan dijemput orang tua selama mengikuti kegiatan sekolah untuk menghindari penyebaran COVID-19.

“Kan Mendikbud menyampaikan awal tahun silakan untuk dibuka tapi tetap dapat persetujuan orang tua siswa dulu untuk mengikuti sekolah tatap muka itu,” kata Wali Kota Solo yang akrab disapa Rudy di Balai Kota Solo, Rabu, 25 November 2020.

Baca juga: Soal Sekolah Tatap Muka, Ridwan Kamil: Bukan Hal Baru di Jabar

Selain itu, dia mengungkapkan, para siswa yang ikut pembelajaran tatap muka di sekolah pada awal Januari nanti harus mengikuti aturan yang telah dibuat oleh pihak sekolah.

Salah satunya seperti siswa harus dijemput oleh orangtuanya masing-masing. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di lingkungan sekolah.

“Anak-anak berangkat diantar, pulang dijemput dan tidak boleh berhenti ke mana-mana. Anak-anak harus wajib diantar. Protokol kesehatan tetap dilakukan setelah pulang sampai di rumah,” ujar dia.

Sedangkan hasil dari evaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka yang dilakukan di tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Solo, Rudy mengatakan para siswa telah melakukan rapid test pada saat pertama kali akan masuk. Rapid test itu akan kembali dilakukan pada saat dua pekan setelah gelombang pertama sekolah tatap muka itu selesai.

Rapid test awal dan setelah itu ada hal yang perlu kami sampaikan bahwa perlu ada peningkatan perhatian dari orang tua untuk proses mengantar dan penjamputannya. Jangan sampai anak-anak ini bermain di luar daripada aturan-aturan yang telah dibuat oleh sekolah,” katanya.

Seperti diketahui, berdasarkan uji coba pembelajaran tatap muka di Solo bahwa para siswa harus mengikuti aturan protokol kesehatan. Selain pemeriksaan suhu banda, para siswa juga harus serta masuk bilik antiseptik.

Lantas untuk jaga jarak, siswa pun dibagi separuh belajar di sekolah dan setengahnya belajar jarak jauh dari rumah. (ase)