Seks Dadakan Bikin Deg-degan Sekaligus Banyak Tantangan

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Mayoritas orang berharap bisa melakukan hubungan seks bersama pasangannya secara spontan atau dadakan, menurut studi yang dilakukan Foria, dengan persentase sebesar 73 persen. Mendukung studi ini, Psychology Today, menyebut seks dadakan sebagai standard emas dalam bercinta yang sulit didapat.

Seks dadakan bisa berarti tidur dengan seseorang setelah kencan pertama atau berhubungan seks dengan pasangan tanpa direncanakan sebelumnya. Sayangnya, cara ini tidak selalu mudah untuk menemukan waktu yang pas.

Baca: WhatsApp Akan Punya Fitur Hapus Barbuk seperti di Mission Impossible

Alasannya karena berbagai macam. Bisa pekerjaan, kebugaran, menjaga kehidupan sosial dan pandemi COVID-19 yang saat ini terus berlanjut, sehingga membuat spontanitas dalam kehidupan seks bukan hal yang mudah untuk dicapai, mengutip dari laman Best Life, Sabtu, 24 April 2021.

Namun, survei tersebut dengan jelas menunjukkan bahwa hubungan seks dadakan ada di benak kebanyakan orang. Menurut pendidik seks dan pakar hubungan, Yvonne K. Fulbright, seks spontan tidak hanya menarik minat pasangan tetapi juga mempertahankannya.

"Itu (seks dadakan) meningkatkan faktor nafsu hubungan, membuat bercinta lebih mengasyikkan. Ditambah lagi, bila diperlukan, itu bisa membuat pasangan keluar dari keterpurukan," kata dia.

Survei menemukan bahwa 60 persen orang mengaku terlalu banyak berpikir untuk menikmati hal-hal baru saat berhubungan intim. Sementara hampir 75 persen orang mendambakan spontanitas, tapi terlalu banyak berpikir untuk menikmati tindakan spontan saat berhubungan seks.

Stres dalam bentuk apa pun dapat berdampak negatif pada seks. Entah itu terkait dengan kinerja di kamar tidur atau apa yang terjadi di dunia pada umumnya. "Stres yang meningkat berdampak pada sistem saraf Anda. Lalu, tubuh Anda akan memasuki mode pertarungan, lari atau beku," paparnya.

Sistem saraf kemudian mengkomunikasikannya ke tubuh bahwa kelangsungan hidup adalah prioritas. Sementara seks dan libido tidak diprioritaskan pada tingkat biologis.

"Tingkat stres juga bisa memengaruhi tingkat gairah, lubrikasi, keinginan, dan banyak lagi. Jadi jika ingin melakukan seks spontan, mengatasi tingkat stres terlebih dahulu adalah kuncinya. Tapi meskipun stres menghalangi seks, namun seks sebenarnya dapat membantu mengurangi stres," jelas Fulbright.