Seksomania, Kala Bergairah dan Orgasme Dalam Tidur

Diza Liane Sahputri, Diza Liane Sahputri

VIVA – Pernah merasa terbangun lalu begitu bergairah dan orgasme? Mungkin terdengar wajar, tapi bagi sebagian orang yang mengalaminya, kondisi itu bisa saja suatu hal yang tak normal di sisi seksualnya.

Kondisi terbangun tidur, bergairah, lalu masturbasi atau langsung penetrasi dam orgasme untuk kemudian lanjut tidur, bisa menjadi gejala seksomania. Itu merupakan salah satu kelainan tidur yang jarang terjadi yang menyebabkan orang melakukan hubungan seks atau bermasturbasi saat tidur. 

Apa itu seksomania?

Dikutip dari laman Health, Seksomnia jauh lebih dari sekadar mimpi basah yang sesekali atau bergairah di pagi jari. Orang-orang yang mengalami gangguan ini akan sering mengalami erangan, dorongan seksual, dan masturbasi atau memulai hubungan seksual dengan orang yang berbaring di samping mereka, semua dilakukan saat mereka sebenarnya tertidur.

Menurut sebuah studi tahun 2017 yang diterbitkan dalam jurnal Sleep, Pria lebih mungkin mengalami seksomnia daripada wanita. Studi lain, yang diterbitkan dalam jurnal Kedokteran Paru pada 2016, menemukan bahwa kondisi seksomania membuat pria condong mencoba melakukan hubungan seksual dengan pasangan, sedangkan wanita dengan seksomnia cenderung bermasturbasi.

Lantas, apa pemicu seksomania?

Pada dasarnya, apa pun yang mengganggu pola tidur normal dan sehat seperti minum alkohol atau mengonsumsi kafein terlalu dekat dengan waktu tidur. Depresi dan stres juga memicu kondisi ini terjadi. 

"Mempertahankan jadwal tidur yang tidak teratur atau tidak cukup tidur dapat menyebabkan seksomnia juga," ujar psikiater Alex Dimitriu, MD.

Kondisi ini dapat berbahaya jika Anda sudah dalam tahap ketergantungan seks dan memaksa pasangan untuk berhubungan seks. Segera konsultasi ke tenaga medis terdekat jika kondisi ini sudah membahayakan.