Sektor Ini Berharap Vaksin COVID-19 Jadi Booster

Lazuardhi Utama
·Bacaan 2 menit

VIVAAustralia resmi memulai program vaksin COVID-19 pada Senin, 22 Februari kemarin, yang dimulai dengan ribuan tenaga kesehatan (nakes) dan pekerja di garda terdepan yang mendapat vaksin buatan Pfizer, produk gabungan perusahaan Amerika Serikat (AS) dan Jerman.

Seperti dikutip dari situs ABC, Selasa, 23 Februari 2021, warga pertama di Australia yang telah mendapatkan vaksinasi adalah Jane Malysiak. Perempuan yang sudah tinggal lebih dari 70 tahun dan selamat dari Perang Dunia Kedua (PD II) disuntik vaksin pada Minggu kemarin, 21 Februari, di sebuah klinik di Sydney.

Baca: Lansia dengan Diabetes dan Kanker Boleh Vaksin COVID-19, Ini Syaratnya

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, juga termasuk dalam kelompok pertama yang mendapatkan vaksin kemarin di Sydney bersama sejumlah nakes dan sejumlah petugas keamanan.

Sementara itu, nakes pertama yang mendapatkan vaksin COVID-19 Pfizer adalah Profesor Rhonda Stuart, seorang direktur medis urusan pencegahan infeksi dari Monash Health di Melbourne.

Selanjutnya, tim yang dipimpin oleh Stuart adalah mereka yang menangani kasus COVID-19 pertama di Australia pada Januari 2020, termasuk warga yang baru pulang dari kota Wuhan, China.

Menurut Loewy Institute, pandemi COVID-19 sempat memukul perekonomian Australia. Namun, kebijakan pemerintah yang dinilai sudah tepat dalam menangani pandemi sangatlah berperan besar. Hal ini terbukti Australia masuk di peringkat 8 dari total 98 negara dalam tingkat keberhasilan penanganan pandemi COVID-19.

Dengan demikian mampu menumbuhkan tingkat kepercayaan masyarakat Australia, khususnya para investor, dalam menyambut perbaikan ekonomi di tahun ini. Ditambah lagi dengan adanya program vaksin COVID-19 yang sudah dimulai di Australia, maka besar harapan jadi pendorong (booster) agar proses perbaikan ekonomi lebih cepat lagi.

Bicara perbaikan ekonomi, properti merupakan sektor yang juga diharapkan tumbuh tahun ini. Kepala Ekonom HSBC Paul Bloxham memproyeksikan pertumbuhan ekonomi yang lebih moderat pada 2021, yakni antara 0 hingga 4 persen secara nasional.

"Untuk harga hunian diperkirakan akan naik antara 2 hingga 6 persen di Sydney, 1 sampai 5 persen di Melbourne, dan 3 hingga 5 persen di Brisbane," jelas dia. Bisnis properti di Sydney, tidak bisa lepas dari perusahaan supermarket terbesar, Metro Woolworths, yang dipastikan akan bergabung dengan Mastery By Crown Group.

Langkah strategis yang manajemen Metro Woolworths ini dilihat sebagai pendorong bagi kawasan Waterloo karena akan menjadi Metro Woolworths pertama di area tersebut dan akan memberikan kemudahan bagi seluruh penghuni Mastery by Crown Group.

Crown Group Indonesia Deputy Sales Manager, Linda Riyanti mengatakan, Woolworths merupakan jaringan supermarket dan toko grosir Australia yang dimiliki oleh Woolworths Group. Berdiri sejak 1924, Woolworths bersama dengan Coles membentuk hampir duopoli supermarket Australia, menguasai sekitar 80 persen pasar Australia.

"Kami meyakini bahwa keputusan Woolworths untuk bergabung di Mastery by Crown Group telah melalui uji kelayakan internal yang ketat,” ungkap Linda. Kawasan ritel akan menjadi bagian dari rencana jangka panjang Crown Group untuk mengembangkan portofolio ritel.

Mastery by Crown Group adalah pengembangan hunian senilai Rp5,2 triliun yang akan menjadi pengembangan multi-residential bertema Jepang pertama di Australia. Kawasan ritel seluas 2.177 meter persegi itu akan menampilkan pusat kuliner khas Jepang.