Sektor Ini Memainkan Peran Penting untuk Cari Penghasilan Tambahan

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah

VIVA – Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics pada tahun lalu melakukan survei terhadap 5.008 mitra Grab. Hasilnya para mitra mengaku mampu memberi manfaat yang besar. Tidak hanya untuk pribadi tetapi juga perekonomian secara makro.

Survei dilakukan pada Oktober sampai Desember 2019, atau sebelum merebaknya pandemi Virus Corona COVID-19. Namun, peneliti percaya para mitra masih tetap bisa memberi kontribusi ke masyarakat di masa pandemi dengan menyebarkan logistik di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Kami melakukan survei kecil-kecilan kepada mitra Grab di Jabodetabek. Kami menemukan hampir semua mitra di berbagai layanan, khususnya GrabBike, GrabCar, dan GrabFood," ujar Kepala Departemen Ekonomi CSIS, Yose Rizal, melalui konferensi pers online, Jumat, 26 Juni 2020.

Kemudian, ia mengaku juga menemukan mitra roda dua akan mengandalkan lebih dari satu layanan untuk sumber pemasukan. Disusul 20 persen layanan transportasi, 48 persen layanan antar makanan, dan 32 persen pengantaran paket.

Menurutnya saat ini Indonesia mulai beradaptasi untuk menyambut era normal baru. Yose percaya bahwa platform seperti Grab dan sektor pekerja paruh waktu (freelancer atau gig economy) dapat mendukung Indonesia dalam pemulihan ekonomi.

"Grab dapat membantu bisnis beradaptasi dengan beralih secara online seperti GrabFood dan GrabKios. Kami juga melihat mereka merespons peningkatan permintaan pengiriman kemudian meluncurkan layanan baru seperti GrabMart dan GrabAssistant," klaim dia.

Yose menuturkan apa yang Grab lakukan dapat membantu mitra mendapat lebih banyak peluang penghasilan. "Gig economy akan memainkan peran penting dalam membantu mempertahankan mata pencaharian," jelasnya.