Sektor Keuangan Mulai Goyang di Kuartal III 2020

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad, mengatakan bahwa kondisi sektor keuangan di kuartal III 2020 mulai goyah.

Tauhid menjelaskan, tidak ada perbedaan yang mencolok di kuartal II dengan kuartal III. Sektor yang mengalami tekanan di kuartal II juga masih tertekan di kuartal III. begitu juga sektor yang tumbuh baik di kuartal II juga mengalami kenaikan di kuartal III.

“Tidak ada yang berubah dari triwulan II hingga kuartal III. Industri tetap negatif, pertanian positif, perdagangan negatif, konsumsi tetap negatif, pertambangan negatif, dan jasa keuangan justru terpuruk,” kata Tauhid dalam diskusi Indef, Minggu (8/11/2020).

Ia menjelaskan, sektor keuangan adalah sektor terakhir dalam siklus ekonomi. Dunia usaha dan masyarakat adalah penjaga perekonomian di depan. Sedangkan sektor keuangan adalah penyokongnya.

Saat sektor keuangan sudah terkena dampak dari krisis atau resesi maka ekonomi pada dasarnya sudah goyah.

“Jika kita lihat dari pondasi para pelaku ekonomi kita, barisan terakhir adalah jasa keuangan, kalau jasa keuangan tetap tangguh berarti dia bisa menjaga keseimbangan dari semua transaksi ekonomi yang terjadi,” jelasnya.

Sektor keuangan sudah mulai goyah di kuartal III, terutama untuk jasa perantara keuangan yang minus 2,72 persen dan jasa keuangan lainnya minus 2,98 persen. Indikasinya yang menarik adalah DPK meningkat tetapi pertumbuhan kreditnya menurun.

“Nah ini memang rendahnya permintaan kredit, dan juga pertumbuhan kredit lebih rendah dibandingkan dalam 2 tahun terakhir bahkan rasio NPL sudah di atas 3 persen, terakhir 3,26 persen,” katanya.

Kata Tauhid, rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) relatif baik namun rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) justru menurun akibat meningkatnya DPK dan penurunan kredit. Menurutnya jika sektor keuangan masih goyah maka akan terpuruk dalam jangka pendek ini.

“Jadi menurut saya cukup bahaya di sektor keuangan ketika kondisinya begini dan kalau dalam jangka besok tidak ada perbaikan karena pasar atau demand tidak terbentuk maka umumnya perbankan akan melarikan uang membeli SBN tidak ke sektor riil,” pungkasnya.

Indonesia Resmi Resesi, Ekonomi Minus 2 Kuartal Berturut-Turut

Suasana arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (5/11/2020). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 minus 3,49 persen, Indonesia dipastikan resesi karena pertumbuhan ekonomi dua kali mengalami minus. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Suasana arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (5/11/2020). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 minus 3,49 persen, Indonesia dipastikan resesi karena pertumbuhan ekonomi dua kali mengalami minus. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2020 minus 3,49 persen. Dengan begitu, Indonesia resmi resesi setelah mencatatkan pertumbuhan ekonomi negatif sdalam dua kuartal berturut-turut.

Catatan ini sesuai banyak perkiraan bahwa Indonesia akan jatuh ke lubang resesi pada kuartal ketiga. Bahkan, angka tersebut lebih tinggi dari ramalan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang minus 3 persen.

"Ekonomi Indonesia pada triwulan ketiga secara tahunan (year on year/yoy) masih mengalami kontraksi sebesar 3,49 persen," jelas Kepala BPS Kecuk Suhariyanto, Kamis (5/11/2020).

Namun demikian, Suhariyanto mengatakan, jika dibanding pencapaian di kuartal II 2020, pertumbuhan ekonomi nasional masih tumbuh lebih bagus di kuartal III ini.

"Sehingga secara kumulatif pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I-III 2020 itu masih mengalami kontraksi sebesar 2,03 persen," jelasnya.

Suhariyanto menambahkan, pertumbuhan ekonomi kuartal III yang minus 3,49 persen juga masih lebih baik dibanding triwulan kedua yang terkontraksi 5,32 persen.

"Artinya terjadi perbaikan dan tentunya kita berharap di kuartal IV situasi akan menjadi membaik. Apalagi dengan adanya pelonggaran PSBB," ujar dia.

Saksikan video pilihan berikut ini: