Sektor Pariwisata Mulai Pulih, Ketersediaan Pesawat Masih Terbatas

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno menyebut saat ini sektor pariwisata kekurangan kapasitas pesawat pengangkut penumpang. Sebab dari 550 pesawat yang ada di dalam negeri hanya sekitar 350 pesawat yang aktif. Sisanya sedang dalam tahap perawatan yang membutuhkan waktu lama untuk bisa kembali beroperasi.

"Hanya ada 350 pesawat dari 550 pesawat yang beroperasi dan ini perlu kita sikapi," kata Sandiaga dalam konferensi pers, Jakarta, Senin (13/6).

Sandiaga menjelaskan saat ini banyak maskapai penerbangan yang masih membatasi penerbangan lantaran tidak memiliki unit. Hal ini sebagai dampak lanjutan dari upaya restrukturisasi yang dilakukan perusahaan selama pandemi, yakni mengembalikan pesawat sewaan.

Di sisi lain, banyak pesawat yang masih dalam tahap perawatan. Bahkan di tengah permintaan yang tinggi, proses perawatan pesawat juga tengah antre dan baru bisa dioperasikan kembali dalam waktu beberapa bulan ke depan.

Sementara itu, berdasarkan data jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada April 2022 dari pintu utama sebanyak 111 ribu kedatangan. Angka ini naik 499 persen dibandingkan April 2021 dan naik 172 persen dibandingkan Maret 2022.

Diperkirakan kedatangan wisman akan terus bertambah pada bulan Mei hingga Agustus tahun ini. Untuk itu, pemerintah seharusnya bisa mengantisipasi ketersediaan transportasi untuk menampung lonjakan kunjungan dari para wisatawan.

Dalam perhitungannya, pada tahun 2019 kedatangan wisman k Indonesia melalui pintu utama Bali mencapai 20 ribu kunjungan. Saat ini jumlah kedatangan per 13 Juni 2022 telah mencapai 6.000 kunjungan. Angka tersebut belum termasuk kedatangan wisatawan lokal yang saat ini sudah mencapai 70 persen atau 14 ribu kunjungan.

"Ini tentunya harus kita tingkatkan biar bisa kembali ke base line di akhir tahun," kata dia.

Sandiaga memperkirakan kebutuhan angkutan penumpang udara untuk para wisatawan harus 2 kali lipat dari kebutuhan tahun 2019. Sehingga armada yang dibutuhkan harus 2 kali lipat dari yang bisa diutilisasi.

"Jika mencapai angka idealnya di tahun 2019 itu 17 juta pengunjung, maka dibutuhkan 2 kali lipat armada yang bisa d utilisasi," kata dia.

Adapun upaya yang dilakukan pemerintah saat ini dengan mendorong para pelaku industri penerbangan untuk memberikan terobosan inovasi. Agar momentum pemulihan di sektor pariwisata tidak terganggu dan berjalan optimal.

"Kita ada beberapa terobosan inovasi yang bisa meningkatkan jumlah kapasitas penerbangan menuju destinasi wisata," kata dia. [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel