Sektor Properti di Medan Terus Berkembang, Bisa Bantu Pemulihan Ekonomi

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Pengembangan properti di luar Pulau Jawa terpantau cukup agresif. Salah satu wilayah yang jadi lokasi pilihan adalah Kota Medan, Sumatera Utara.

Pengembangan properti di Kota Medan dinilai akan menjadi magnet perekonomian baru seiring dengan pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19.

Pengamat Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU), Wahyu Ariyo Pratomo berpendapat, Kota Medan adalah salah satu kota yang sangat potensial dalam hal pengembangan properti.

Alasannya, kota yang dikenal sebagai Melayu Deli menjadi salah satu kota terbesar di Indonesia dengan jumlah penduduk mencapai 2,44 juta jiwa.

Hal itulah yang menjadi peluang bagi pengembang untuk memenuhi kebutuhan hunian terintegrasi khususnya di wilayah Medan.

Permintaan akan hunian di kota Medan ini juga di dorong dengan semakin menurunnya kasus Covid-19, yang membuat perekonomian di wilayah Medan mulai mengalami pemulihan.

"Saat seperti ini, pemulihan ekonomi yang berjalan perlahan juga berdampak kepada sektor properti yang tumbuh perlahan," terang Wahyu.

Pengembangan properti di Kota Medan, kata Wahyu, juga akan memberikan dampak yang positif terhadap perekonomian sekitarnya.

Misalnya, dalam hal penyerapan tenaga kerja untuk pembangunan properti. Dampak secara luas juga akan terjadi pada industri sekitar yang menyuplai kebutuhan pembangunan hunian.

“Selain menciptakan tenaga kerja, sektor lain yang berhubungan dengan properti ikut berkembang seperti rumah makan, transportasi, perdagangan dan lainnya. Pekerja yang bekerja di sektor properti tidak hanya berasal dari Sumut, banyak juga dari Pulau Jawa sehingga secara tidak langsung juga memberikan kontribusi bagi daerah lain," ujar Wahyu menjelaskan.

Sebagaimana diketahui, dalam mendukung pemulihan sektor properti akibat dampak dari Covid-19, pemerintah sudah memberikan sejumlah insentif sebagai bentuk relaksasi sektor ini.

Diantaranya pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Oleh karena itu, saat ini adalah waktu yang tepat dalam membeli properti.

“Di saat perekonomian yang masih belum pulih, biasanya produsen akan memberikan banyak promo agar penjualannya meningkat. Jika memang masyarakat memiliki kelebihan dana, investasi di properti jelas menguntungkan," ujar Wahyu.

Proyek Podomoro City Medan

Podomoro City Deli Medan. Dok
Podomoro City Deli Medan. Dok

Salah satu yang melihat potensi peningkatan kebutuhan akan properti di Kota Medan yaitu, Podomoro City Deli Medan, sebuah proyek properti kawasan superblok persembahan Agung Podomoro Land.

Assistant Vice President Marketing Podomoro City Deli Medan, Yenti Lokat mengatakan pihaknya menyadari bahwa ada kebutuhan yang besar akan hunian vertikal bagi masyarakat khususnya masyarakat Kota Medan.

Sehingga kehadiran proyek Podomoro City Deli Medan diharapkan mampu menjadi solusi bagi masyarakat, baik untuk kebutuhan hunian apartemen maupun aset investasi di bidang properti.

Hunian milik Podomoro City Medan sekaligus menjawab tantangan adanya booming properti di tahun 2022 seiring dengan pulihnya perekonomian pasca pandemi dan pemberian insentif maupun relaksasi oleh pemerintah kepada sektor properti ini.

“Kami menyadari ada kebutuhan dan potensi yang besar akan properti khusunya di Kota Medan ini, terlebih aktivitas ekonomi sudah mulai terlihat bergerak kembali. Ini merupakan waktu yang tepat untuk terus bergerak dan berinovasi bagi kami sebagai pengembang properti,” ujar Yenti.

Sebagai bentuk nyata dalam menjawab kebutuhan hunian di Kota Medan, tambah Yenti, Podomoro City Deli Medan, dalam waktu dekat ini akan memperkenalkan proyek hunian baru yang diharapkan mampu menjadi magnet ekonomi di Kota Medan.

Adapun hunian properti yang akan diperkenalkan Podomoro City Medan dalam waktu dekat ini merupakan proyek properti premium dengan harga perdana mulai dari Rp 850 juta.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel