Sektor Tenaga Kerja RI Mulai Pulih, Banyak Perusahaan Pasang Iklan Lowongan Kerja

Merdeka.com - Merdeka.com - Country Marketing Manager JobStreet Indonesia, Sawitri Hertoto menyebut bahwa sektor ketenagakerjaan di Indonesia mulai pulih di tahun 2022 pasca terdampak pandemi Covid-19. Hal ini ditandai dengan meningkatnya permintaan iklan lowongan kerja oleh perusahaan.

"Jadi, mulai banyak tuh perusahaan-perusahaan yang memasang lowongan iklan di Jobstreet," ujarnya dalam JobStreet Job Outlook Report 2022, Jakarta, Rabu (22/6).

Selain permintaan iklan, jumlah pelamar kerja juga mulai meningkat drastis. Sawitri mencatat jumlah pelamar kerja mengalami peningkatan sebesar 19 persen pada periode Juni lalu.

Meski begitu, dirinya tidak menyebutkan secara pasti berapa jumlah pelamar kerja yang dimaksud itu. "Jumlah peningkatan lamaran mulai meningkat," tekannya.

Selanjutnya, pulihnya sektor ketenagakerjaan di Tanah Air juga ditandai dengan meningkatnya minat karyawan untuk melakukan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau booster.

"Artinya, ada kepercayaan diri dari masyarakat untuk dapat kembali bekerja," tutupnya.

Pemerintah Klaim Pengangguran Turun dari 6,26 Persen

Sebelumnya, Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan, tingkat pengangguran di Indonesia menurun dari 6,26 persen menjadi 5,83 persen hingga Februari 2022. Hal ini adalah dampak efektif dari pemerintah dalam menangani pandemi.

"Langkah efektif yang diambil oleh Pemerintah dalam pengangan pandemi ini juga memberikan dampak penurunan terhadap tingkat pengangguran yang semula berada pada posisi 6,26 persen pada periode bulan Februari 2021 menurun hingga posisi 5,83 persen pada periode bulan Februari 2022. Hal ini membawa dampak yang positif bagi pemulihan ekonomi di Indonesia," ucap Luhut di kantor Presiden, Jakarta, Senin (9/5).

Luhut melanjutkan, kondisi pandemi yang disebabkan oleh varian Omicron di Indonesia terlihat terus membaik. Hal ini terjadi berkat langkah-langkah pengendalian yang dilakukan secara efektif sehingga tetap menjaga kinerja perekonomian Indonesia hingga hari ini.

"Kinerja pertumbuhan ekonomi Q1 tetap pada posisi yang kuat, tumbuh 5,01 persen, didukung oleh kinerja konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor yang solid meski dihadapkan pada tekanan varian omicron. Angka ini relatif baik dibandingkan dengan negara-negara dunia," tuturnya. [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel