Sekum Muhammadiyah Sebut Ada Orang yang Jual Kegaduhan

Fikri Halim, Zahrul Darmawan (Depok)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti menyinggung adanya pihak-pihak tertentu yang seakan menjual kegaduhan di negeri ini. Ia berharap tindakan itu segera diakhiri.

“Ya ada yang memang orang yang hidupnya menjual kegaduhan, menurut saya yang seperti itu sudah waktunya kita akhirilah,” katanya saat ditemui usai meresmikan Balai Latihan Kerja di Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Darul Arqam, Depok, dikutip pada Jumat 12 Februari 2021.

Baca juga: Jasa Marga: 146 Ribu Kendaraan Sudah Tinggalkan Jabodetabek

Sebab menurutnya, saat ini Indonesia mempunyai masalah besar, yang perlu suasana kehidupan kebangsaan lebih tenang dan lebih kondusif.

Namun demikian, Abdul tak menjelaskan secara detail siapa yang dimaksud dari pernyataannya itu. Namun menurutnya, semua pihak harus bisa bekerja sama dengan baik agar bisa melalui pandemi.

“Sekarang ini justru saatnya kita menciptakan ketenangan dan dengan segala kemampuan yang kita miliki, kita saling bekerja sama untuk menyelesaikan masalah bangsa ini secara bersama-sama,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Abdul Mu'ti menanggapi tuduhan radikal kepada mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin. Dia menegaskan tuduhan itu jelas tidak berdasar dan salah alamat. Hal itu menanggapi laporan yang dilayangkan kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

"Saya mengenal dekat Pak Din sebagai seorang yang sangat aktif mendorong moderasi beragama dan kerukunan intern dan antar umat beragama, baik di dalam maupun luar negeri," kata Mu'ti dalam keterangan tertulisnya.

Kata Mu'ti, Din Syamsudin adalah tokoh yang menggagas konsep Negara Pancasila Sebagai Darul Ahdi WA Syahadah di PP Muhammadiyah, hingga akhirnya dijadikan sebagai keputusan resmi Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar.

Semasa menjadi utusan khusus Presiden untuk dialog dan kerja sama antar agama dan peradaban, Din Syamsuddin telah memprakarsai dan menyelenggarakan pertemuan ulama dunia di Bogor, Jawa Barat. Pertemuan tersebut melahirkan Bogor Message yang berisi tentang Wasatiyah Islam, Islam yang moderat.

Bogor Message adalah salah satu dokumen dunia yang disejajarkan dengan Amman Message dan Common Word. Selain itu, Dia Syamsuddin diketahui juga merupakan moderator Asian Conference of Religion for Peace (ACRP), dan co-president of World Religion for Peace (WCRP).

"Tentu masih banyak lagi peran penting Pak Din dalam forum dialog antar iman. Jadi sangat lah keliru menilai Pak Din sebagai seorang yang radikal," ujar Mu'ti.