Sel Otak Manusia Dapat Dibuat dari Urin

Oleh Tia Ghose, Staf Penulis LiveScience

Para ilmuwan berhasil membuat sel-sel otak dari urin manusia.

Ketika seseorang buang air kecil, sel kulit lapisan dalam ginjal sering terkelupas dan ikut keluar. Sel-sel tersebut merupakan bagian yang diprogram ulang oleh para peneliti menjadi sel induk, yang dapat berubah menjadi semua jenis sel dalam tubuh.

Dalam hal ini, mereka mengubah sel tersebut menjadi neuron, atau sel-sel otak. Penelitian terbaru yang dipublikasikan pada Minggu (9 Desember) dalam jurnal “Nature Methods”, menjelaskan mengenai kemungkinan pembuatan sel otak yang unik bagi seseorang dalam waktu singkat, seperti yang dilaporkan Nature News.

Dan karena teknik tersebut bergantung pada urin, yang jauh lebih mudah untuk didapatkan daripada darah, maka teknik tersebut bisa lebih mudah mengekstrak sel-sel dari hampir semua pasien, termasuk anak-anak, ungkap Marc Lalande, seorang peneliti di University of Connecticut Health Center kepada Nature News.

Selama bertahun-tahun, para ilmuwan berusaha mencari cara untuk mengubah sel biasa menjadi sel induk. Para peneliti memprogram ulang sel induk testis untuk membuat insulin, mengubah sel otak dari mayat menjadi sel induk, dan mengubah kulit manusia menjadi sel-sel otak. Harapannya adalah bahwa sel otak tersebut dapat digunakan untuk mengobati penyakit seperti Parkinson dan Alzheimer.

Namun pada metode sebelumnya banyak menggunakan virus untuk memasukkan gen baru secara permanen ke dalam DNA sel, tulis Kristen Brennand, seorang peneliti sel induk di Mount Sinai School of Medicine, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, lewat email.

Karena DNA virus tetap berada dalam kode genetis sel secara permanen, hal tersebut dapat membuat perilaku sel sulit diprediksi dan bahkan menyebabkan tumor.

Dalam studi saat ini, sebuah tim peneliti Cina menggunakan pendekatan yang baru dan aman. Tim tersebut mengumpulkan sel kulit yang melapisi ginjal dan yang sering terbawa dalam urin manusia. Selanjutnya, para ilmuwan menyuntikkan instruksi genetik baru untuk memprogram ulang sel tersebut  menjadi sel otak. Tapi tidak seperti metode virus, instruksi tersebut hanya menempel sementara saja, ungkap Brennand kepada LiveScience.

"Lubang dibuat dalam membran sel sehingga DNA dapat masuk, tetapi karena DNA tidak berintegrasi ke dalam genom, tetapi hanya berada di sitoplasma, maka DNA tersebut hanya bersifat sementara," tulis Brennand.

Instruksi pemrograman ulang itu, pada akhirnya hilang saat sel membelah, tulis Brennand.

Dengan instruksi genetis baru tersebut, sel berubah menjadi sel induk otak, yang dapat berubah menjadi berbagai jenis sel otak. Transformasi dari sel ginjal ke sel induk otak membutuhkan waktu 12 hari, dan dalam waktu satu bulan, sel tersebut berubah sepenuhnya menjadi sel otak.

Tidak seperti teknologi sel induk lainnya, sel otak yang diambil dari urin itu tidak membentuk tumor ketika ditanamkan ke tikus.

Karena sangat mudah untuk mendapatkan sampel urin manusia, teknik baru itu bisa memiliki keunggulan dibandingkan teknik lainnya, ungkap Lalande kepada Nature News.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.