Selain Bahan Makanan, Pemkot Bogor Kirim Kain Kafan ke Korban Gempa Cianjur

Merdeka.com - Merdeka.com - Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto memimpin pengiriman bantuan untuk korban gempa di Kabupaten Cianjur, Jumat (25/11). Selain bahan makanan, kain kafan juga termasuk menjadi bantuan yang disalurkan lewat udara, bersama Skadron Udara 6 Lanud Atang Sendjaja.

Dia menjelaskan, bantuan yang diberikan memiliki berat total sekitar 1 ton, difokuskan untuk memenuhi kebutuhan bayi, ibu hamil hingga kain kafan. Bima Arya mengatakan, logistik tambahan dikirimkan ke Cianjur, khususnya di titik yang sulit terjangkau oleh darat.

"Kami kirimkan selain bahan makanan, ada juga kain kafan, kebutuhan bayi dan nutrisi untuk ibu hamil. Jenis bantuan ini berdasarkan informasi dari relawan kami di lapangan, kebutuhan barang-barang itu masih sangat dibutuhkan," katanya di Bogor, Jumat (25/11).

Distribusi di lapangan, lanjut Bima, akan dibantu petugas-petugas dari Kota Bogor yang sudah berada di Cianjur.

"Kami koordinasikan dan akan didistribusikan oleh relawan dari Kota Bogor. Ada Satpol PP, BPBD, Damkar dan tim Jabar Bergerak Kota Bogor sudah ada di sana," ujarnya.

Danlanud ATS Marsekal Pertama TNI Suliono melepas keberangkatan Helikopter Super Puma tersebut pada jam 07.09 WIB. Menurutnya, pengiriman bantuan menggunakan Super Puma menggunakan teknis khusus.

Logistik dikirimkan ke dua titik. Titik pertama di Posko Bencana Yonif 300 Raiders. Titik berikutnya, logistik diturunkan langsung ke warga di salah satu lokasi terisolir, yakni Desa Padaluyu, Kecamatan Cugenang.

"Kami memahami di sana ada daerah terdampak yang sulit terjangkau. Teknis distribusinya menggunakan sistem heli box, diharapkan sampai langsung ke masyarakat terdampak. Sebagian kita turunkan di Posko," ujar Suliono.

Selain via udara, sejak hari pertama pasca gempa, Pemkot Bogor juga telah mengirimkan bantuan personel dari Damkar dan BPBD Kota Bogor untuk membantu evakuasi korban.

Sedangkan tim RSUD Kota Bogor diberangkatkan ke Cianjur lengkap dengan ambulance, dokter, perawat, oksigen, P3K, alat kejut dan obat-obatan. Dari Dinas Sosial Kota Bogor juga menerjunkan unit truk dapur umum yang membawa 400 kg beras.

[fik]