Selain Bekerja, Pelajar SMK Disiapkan Jadi Wirausaha Lewat Program Keterampilan Starbucks

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ada banyak cara untuk menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat, terutama di masa pandemi Covid-19 yang tidak mudah ini. Salah satunya dilakukan Starbucks melalui program kewirausahaan Starbucks Creative Youth Entrepreneurship.

Kali ini Starbucks bermitra dengan organisasi nonprofit Prestasi Junior Indonesia. Program ini bertujuan untuk membekali dan mempersiapkan generasi muda penerus bangsa dengan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan lewat metode interaktif pembelajaran jarak jauh.

Sebelumnya, program ini sudah pernah dilaksanakan di Indonesia pada awal 2019 dalam rangka merayakan bulan kebaikan yang diperingati oleh Starbucks secara global atau yang lebih dikenal dengan Global Month of Good di setiap April. Sedangkan program Starbucks Creative Youth Entrepreneurship ini dimulai pada Juli hingga November 2021.

Ada lebih dari 200 partner (karyawan) Starbucks terlibat untuk membantu memfasilitasi dan membimbing 1.152 siswa dari Sekolah Menengah Keujuruan (SMK) di Bali, Batam, Bandung, Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta. Menurut Anthony McEvoy, pemimpin PT Sari Coffee Indonesia, Starbucks punya misi untuk terus menginspirasi dan memupuk semangat kemanusiaan di tengah masyarakat tempat mereka berada.

"Dengan situasi yang begitu dinamis, kami berharap melalui program Starbucks Creative Youth Entrepreneurship bisa membantu para siswa SMK agar tidak hanya siap untuk bekerja pada saat mereka lulus, tetapi juga mampu berwirausaha," jelas Anthony McEvoy.

"Melalui pelatihan dan pembekalan keterampilan kewirausahaan yang diberikan oleh mitra kami, Prestasi Junior Indonesia, kami berharap agar generasi penerus bangsa memiliki pendidikan serta keterampilan yang dibutuhkan dunia industri dan menjadi penggerak ekonomi," lanjutnya. Program tersebut mendapat respons positif dari Direktur SMK, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Dr. Ir. M. Bakrun, M.M.

Ia mengatakan, pihaknya terus mendorong agar anak-anak muda, khususnya SMK untuk berwirausaha. Hal itu bisa dimulai dengan hal-hal sederhana lewat kreativitas yang dimiliki, hingga akhirnya bisa punya usaha lebih besar dan bahkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru.

Sejalan dengan Tujuan SMK

Selain Bekerja, Siswa SMK Disiapkan Jadi Wirausaha Lewat Program Keterampilan Starbucks. (Liputan6.com/Henry)
Selain Bekerja, Siswa SMK Disiapkan Jadi Wirausaha Lewat Program Keterampilan Starbucks. (Liputan6.com/Henry)

"Karena itu, kami sangat mendukung program ini karena sejalan dengan tujuan dari SMK itu sendiri, yaitu mendidik siswa untuk bisa Bekerja, Melanjutkan dan Berwirausaha. Melalui program ini kami berharap dapat melahirkan wirausahawan muda dari SMK," ucap M. Bakrun.

Sementara Robert Gardiner, pendiri dan penasihat akademik untuk Prestasi Junior Indonesia, menambahkan, pihaknya justru bisa menjangkau siswa lebih luas dengan dilakukan di enam kota secara, serempak meski harus dilakukan secara daring.

"Lewat pembelajaran yang kami berikan serta semangat dan keterlibatan para partner (karyawan) Starbucks dalam membantu dan berbagi dengan para siswa SMK. Kami optimis dapat menginspirasi dan memberikan manfaat kepada generasi muda untuk menjadi pribadi yang kreatif dan mandiri sehingga lebih memilih untuk berwirausaha," terang Gardiner.

Peduli Terhadap Kemanusiaan

Selain Bekerja, Siswa SMK Disiapkan Jadi Wirausaha Lewat Program Keterampilan Starbucks. foto; dok. Starbucks Indonesia
Selain Bekerja, Siswa SMK Disiapkan Jadi Wirausaha Lewat Program Keterampilan Starbucks. foto; dok. Starbucks Indonesia

Selain mendukung program kewirausahaan, Starbucks juga bermitra dengan dua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), yaitu Yayasan Komunitas Sahabat Anak dan Indonesian Street Children Organization (ISCO). Mereka ingin menciptakan lebih banyak kesempatan dalam memperoleh edukasi bagi anak-anak di Tanah Abang yang juga merupakan generasi penerus bangsa.

Kerja sama itu diresmikan saat pembukaan gerai sekaligus community store Starbucks di kawasan pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Februari 2020. Melalui community store, Starbucks mengajak para penyuka kopi untuk lebih peduli terhadap kemanusiaan.

Dengan menikmati kopi di Starbucks Tanah Abang, para pengunjung secara tidak langsung turut membantu anak-anak Indonesia, khususnya yang berada di kawasan Tanah Abang. Sebab, sebagian hasil keuntungan dari community store akan didonasikan untuk kepentingan pendidikan anak-anak.

Indonesia merupakan negara ketiga di Asia yang mempunyai community store setelah Korea Selatan dan Thailand. Khusus di Indonesia, Starbucks ingin memfokuskan dalam membantu pendidikan anak-anak.

Subsidi Kuota Internet Untuk Peserta Didik

INFOGRAFIS: Subsidi Kuota Internet Untuk Peserta Didik (Liputan6.com / Abdillah)
INFOGRAFIS: Subsidi Kuota Internet Untuk Peserta Didik (Liputan6.com / Abdillah)

Saksikan Video Pilihan Berikut:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel