Selain Corona,2 Penyakit Ini Diprediksi Intai Fase New Normal

Diza Liane Sahputri

VIVA – Pandemi COVID-19 diprediksi masih jauh dari kata berakhir. Namun, tak sedikit negara termasuk Indonesia yang mulai melonggarkan aturan agar masyarakat bisa kembali beraktivitas meski dalam fase normal baru alias new normal.

Kondisi tersebut bukan berarti minim risiko penularan penyakit dan meredam kekhawatiran. Sebuah survei memaparkan, terdapat 73 persen responden khawatir akan kemungkinan penyebaran penyakit termasuk COVID-19 saat kembali ke rutinitas kerja.

Potensi penyebaran penyakit ini dapat terjadi lewat tangan, karena tanpa disadari sering bersentuhan dengan virus dan bakteri yang terdapat di permukaan benda. Terlebih, penyakit yang mengintai tak hanya berasal dari virus corona jenis baru atau COVID-19 tapi juga penularan bakteri atau virus lain.

“Ketika tangan terkontaminasi oleh bakteri dan virus, patogen ini dapat masuk ke dalam tubuh atau berpindah dari satu orang ke orang lain untuk menyebabkan penyakit. Selain COVID-19, diare dan Infeksi Saluran Nafas Atas (ISPA), adalah dua penyakit utama yang dapat ditularkan melalui tangan”, ungkap dr. Sandi Perutama Gani, Medical Expert Combiphar, dalam konferensi virtual, Selasa 19 Mei 2020.

Menjaga kebersihan tangan adalah salah satu langkah yang paling penting dan harus kita terapkan sebagai new normal dalam perilaku hidup bersih sehat. Hal ini untuk menghindari diri terjangkit penyakit dan menyebarkannya kepada orang lain, tidak hanya ketika pandemi berakhir namun untuk seterusnya. Apalagi ketika kita tidak bisa menghindar dari menyentuh benda-benda di sekitar kita.

"Akibat kekhawatiran ini, pandemi menyadarkan dan mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih peduli akan kebersihan dan kesehatan. Di antaranya 85 persen lebih memperhatikan kebersihan tangan," tambah dr. Sandi.

Tak hanya itu, 55 persennya juga lebih sering mengonsumsi air putih untuk memperkuat imunitasnya. Meski air putih sudah ada sejak dulu, Sandi menyebut, masih banyak masyarakat yang tak rutin dan cukup mengonsumsinya.

"Selain itu, 47 persen lebih banyak mengonsumsi sayur dan buah karena tahu banyak serat dan vitamin. Serta, 18 persen lebih sering berolahraga untuk menjaga kesehatan," paparnya.