Selain Dapat Uang, Warga Terdampak Proyek Kilang Minyak Tuban Bakal Terima Rumah Baru

·Bacaan 2 menit
Kadek Ambara Jaya, Presiden Direktur PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia. (Liputan6.com/ Ahmad Adirin)

Liputan6.com, Tuban - PT Pertamina (Persero), sudah menyiapkan lahan seluas 20 hektare untuk relokasi rumah warga, yang terdampak proyek pembangunan kilang minyak New Grass Root Refinery (NGRR) di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jatim.

Lahan tersebut berada di tanah milik Perhutani di tepi jalur Pantura, tepatnya di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban. Lahan tersebut nantinya diperuntukan bagi 151 Kartu Keluarga (KK) terdampak. Selain rumah, di lahan tersebut juga akan dibangun fasilitas umum lainnya.

"Lahannya milik Perhutani dan telah siap 20 hektare beserta fasum-fasum lainnya," ungkap Kadek Ambara Jaya, Presiden Direktur PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia, Rabu, (17/2/2021).

Kadek juga mengatakan, mereka yang direlokasi merupakan warga Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Tuban. Selanjutnya, akan dipindahkan setelah pemukiman baru selesai dibangun dan siap huni.

"Selama belum dibangun, mereka tetap tinggal di rumahnya masing-masing," katanya.

Ia menjelaskan, masih ada warga yang tidak mau keluar dari Desa Wadung. Sehingga ada istilah relokasi mandiri. Dimana, warga bersepakat untuk membeli tanah sendiri di Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Tuban.

"Ada relokasi mandiri yakni warga mengambil uang tunai secara langsung dan itu sudah banyak," ungkap Kadek.

Ada juga sejumlah warga yang telah siap untuk direlokasi ke lahan yang telah disiapkan Pertamina. Alasannya, karena lokasinya lebih prospektif lantaran dekat dengan jalur Pantura.

"Ada juga yang mau ikut di lahan yang telah kita sediakan, karena mungkin lebih prospektif, berada di jalur Pantura dan harga lebih murah dari pada beli di luar," ungkap Kadek.

**Ingat #PesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Rp680 Ribu per Meter

Sebatas diketahui, harga ganti rugi lahan milik warga untuk proyek kilang minyak itu dibanderol dengan rata-rata berkisar Rp680 ribu per meter persegi. Penentuan nilai harga itu telah diputuskan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), setelah melakukan penghitungan harga melalui appraisal.

Jumlah lahan warga terdampak untuk proyek kilang minyak itu ada 529 bidang atau sekitar 348 hektare, berada di tiga desa di Kecamatan Jenu, Tuban, yaitu Desa Wadung, Kaliuntu, dan Sumurgeneng.

Proyek pembangunan kilang minyak itu menelan dana USD 15 miliar hingga USD 16 miliar atau sekitar Rp 225 triliun (asumsi kurs Rp 14.084) yang diperkirakan akan selesai pada 2026 mendatang.

Dimana, proyek itu menempati area seluas kurang lebih 900 hektare. Dengan rincian, lahan milik KLHK, warga, dan Perhutani. Termasuk, Pertamina melakukan restorasi dan reklamasi laut.

Kilang Tuban ini juga merupakan salah satu kilang tercanggih di dunia yang memiliki kapasitas pengolahan sebesar 300 ribu barel per hari yang akan menghasilkan 30 juta liter BBM per hari untuk jenis gasoline dan diesel.

Simak juga video pilihan berikut ini: