Selain di Cawang, Densus 88 Usut Motif Konvoi Motor Beratribut Khilafah di Daerah

Merdeka.com - Merdeka.com - Konvoi motor beratribut khilafah tidak hanya terjadi di Cawang, Jakarta Timur, namun juga dilakukan di beberapa wilayah. Salah satu yang juga terpantau adalah di Brebes, Jawa Tengah.

Kabag Banops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar menyampaikan, aksi konvoi tersebut dilakukan oleh satu kelompok yang sama.

"Mereka satu kelompok walaupun pada wilayah berbeda. Kegiatan itu diselenggarakan oleh wilayah atau daulah masing-masing," kata Aswin saat dikonfirmasi, Kamis (2/6).

Menurut Aswin, Densus 88 Antiteror Polri masih mendalami motif konvoi khilafah yang belakangan dilakukan kelompok tersebut. Terlebih menjelang Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap tanggal 1 Juni.

"Kita masih menyelidiki motif kegiatan ini. Meskipun ini hanya terlihat sebagai propaganda, bisa saja ada maksud lain di dalamnya," kata Aswin.

Dekat dengan Kelompok Radikal

Aswin menyebut Khilafatul Muslimin dekat dengan kelompok Negara Islam Indonesia (NII) yang radikal.

Menurut dia, Khilafatul Muslimin dekat kelompok yang kerap melakukan teror. Maka dari itu, dia berharap masyarakat menjauhi kelompok tersebut.

"Kelompok ini secara historis sangat dekat bahkan, ya, kita bilang bagian, ya, sangat dekat dengan gerakan-gerakan radikal dan kelompok-kelompok teror seperti Majelis Mujahidin," kata Aswin dalam keterangannya, Rabu (1/6).

Dia meminta masyarakat tak mudah terpengaruh dengan paham dari kelompok Khilafatul Muslimin maupun kelompok radikal lainnya. Ketidakpahaman masyarakat terkait ideologi kelompok ini yang harus diwaspadai.

"Seharusnya, kalau kita sama-sama memahami bagaiman sejarah kelompok dan sejarah orang-orang yang di dalamnya. Kita harus betul-betul waspda, mungkin ketidaktahuan kah atau mngkin atau hal lain," ucap Aswin.

Konvoi Motor Beratribut Khilafah Viral di Media Sosial

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri turut menyelidiki aksi konvoi sepeda motor dengan membawa sejumlah atribut khilafah yang melintas di kawasan Cawang, Jakarta Timur. Peristiwa itu belakangan menjadi sorotan di sosial media usai videonya viral.

"Densus 88 sudah monitor dan masih menyelidiki peristiwa ini dengan bekerja sama dengan unit kepolisian terkait lainnya," kata Kabag Banops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar saat dikonfirmasi, Selasa (31/5).

Diketahui, sebuah video viral tersebar di media sosial yang menyuguhkan visualisasi tentang rombongan penunggang motor dengan membawa atribut seperti bendera khilafah. Hal itu dicuitkan oleh akun Twitter bernama @Miduk17.

"Pak @mohmahfudmd @DivisiHumas_Polri mengapa konvoi ini dibiarkan? Bukankah negara ini sudah sepakat jika Khilafah adalah TERLARANG?," tulis akun @Miduk17.

Aswin menyebut pihaknya terus mendalami konvoi yang dilakukan Khilafatul Muslimin di Jakarta Timur beberapa waktu lalu. Pendalaman dilakukan guna menemukan apakah ada unsur pidana dalam konvoi tersebut.

"Kita lihat nanti apakah ini akan mengarah ke tindak pidana terorisme atau tidak, nanti berdasarkan bukti-bukti yang akan kita kumpulkan ini," ujar Aswin dalam keterangannya, Rabu (1/6).

Aswin mengatakan, Khilafatul Muslimin identik dengan kelompok-kelompok radikal yang pernah melalukan aksi teror di Indonesia. Bahkan, menurut dia, beberapa pihak dalam kelompok tersebut pernah ditangkap Densus 88 lantaran terlibat aksi teror.

"Orang-orang di dalamnya bukan cuma ketuanya tadi ya, ada beberapa yang belum bisa kita sebutkan nama-nama atau identitasnya adalah para pelaku terorisme di Indonesia, bukan hanya pemimpinnya, yang kiya sebut ketuanya itu, tapi beberapanya itu sudah pernah kita tangkap," kata dia.

Aswin memastikan Densus 88 Antiteror akan terus mendalami motif konvoi kelompok Khilafatul Muslimin di Jakarta Timur. Pasalnya, menurut dia, kelompok ini dekat dengan kelompok radikal lainnya yang pernah melakukan aksi teror di Indonesia.

"Kita lagi mendalami peristiwa atau permasalahan itu, ya, karena memang secara historis kelompok ini memang ada keterkaitan, kelompok ini punya arah dengan peristiwa-peristiwa teror di Indonesia," kata dia.

Dia pun menyebut, Khilafatul Muslimin dekat dengan kelompok Negara Islam Indonesia (NII) yang radikal. "Kalau kita lihat dari pendiri kelompok ini atau gerakan ini, ini dekat sekali dengan kelompok-kelompok radikal seperti NII," ujar Aswin.

Reporter: Nanda Perdana Putra/Liputan6.com [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel