Selain Diskon, Beli Mobil Baru Juga Bebas Uang Muka

Krisna Wicaksono
·Bacaan 1 menit

VIVA – Industri otomotif menjadi salah satu yang terkena dampak sangat besar saat adanya pandemi. Penjualan mobil pada tahun lalu merosot hampir 45 persen, baik roda empat maupun roda dua.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo menunjukkan, pada 2019 ada lebih dari satu juta unit mobil dan kendaraan roda empat atau lebih yang dibeli konsumen pada 2019.

Pada tahun berikutnya, jumlah pembelian menurun hingga 44,7 persen menjadi hanya 578 ribuan unit saja. Demikian pula dengan distribusi dari pabrik ke diler, yang tercatat turun 48 persen.

Kementerian Perindustrian dan Gaikindo pada 2020 sempat mengusulkan pemberian insentif kendaraan bermotor kepada Kementerian Keuangan. Tapi, saat itu dianggap masih belum perlu.

Tahun ini, Menteri Keuangan, Sri Mulyani akhirnya mengizinkan pemberian diskon untuk mobil tipe sedan dan penggerak dua roda, demi mempercepat pemulihan ekonomi di sektor otomotif nasional.

Diskon itu diberikan dalam bentuk penghapusan sementara Pajak Penjualan Atas Barang Mewah atau PPnBM, untuk mobil dengan kapasitas 1.500cc ke bawah yang menjadi favorit masyarakat golongan menengah. Program ini akan mulai berlaku pada Maret bulan depan.

“Diskon pajak sebesar 100 persen dari tarif normal akan diberikan pada tiga bulan pertama, 50 persen dari tarif normal pada tiga bulan berikutnya, dan 25 persen dari tarif normal pada tahap ketiga untuk empat bulan,” tulis Kemenkeu, dikutip VIVA Otomotif dari keterangan resmi, Sabtu 13 Februari 2021.

Selain diskon, kemudahan lain juga akan diberikan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan dalam bentuk pembebasan uang muka atau down payment, bagi konsumen yang membeli mobil dengan cara kredit.

Harapannya, langkah ini disambut positif oleh para produsen dan diler untuk memberikan skema penjualan yang menarik, agar potensi dampaknya semakin optimal.

Diskon pajak kendaraan bermotor ini menjadi bagian integral, yang selaras dengan Program Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.