Selain Evergrande, Perusahaan Properti China Ini Gagal Bayar Obligasi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Selain Evergrande, ternyata ada perusahaan properti China lainnya yang gagal bayar. Fantasia Holdings Group Co gagal bayar obligasi USD 205,7 juta atau sekitar Rp (2.92 triliun (estimasi kurs Rp 14.235 per dolar AS) yang jatuh tempo pada Senin, 4 Oktober 2021.

Hal ini menambah pengembang China terbaru yang jatuh ke dalam krisis utang. Secara terpisah, perusahaan manajemen properti Country Garden Services Holdings Co mengatakan, unit Fantasia Holding’s Colour Life Services Group gagal bayar pinjaman 700 juta yuan (USD 108,55 juta). Jumlah gagal bayar itu sekitar Rp 1,54 triliun.

Pembayaran pinjaman itu juga jatuh tempo pada Senin, dan kemungkinan gagal berdasarkan pernyataan Fantasia Holdings.

Perseroan yang berbasis di Shenzhen mengatakan, manajemen akan menilai dampak potensial pada kondisi keuangan dan grup kas yang berasal dari pembayaran obligasi yang terlewatkan.

Mengutip laman yahoo finance, Selasa (5/10/2021), sektor properti China berada di bawah tekanan yang meningkat. Peringkat pengembang lebih rendah hadapi imbal hasil tertinggi dalam satu periode.

China Evergrande Group juga tertekan masalah utang, sedang menuju restrukturisasi yang bisa menjadi salah satu terbesar terlihat di China sejauh ini. Hal itu juga membuat kekhawatiran penularan krisis yang lebih luas terus berlanjut.

Perdagangan saham Evergrande dan Evergrande Property Services Group pun disetop di Hong Kong pada Senin, 4 Oktober 2021 sambil menanti pengumuman tentang “transaksi besar”.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Harga Obligasi Fantasia Turun

Seorang wanita berjalan melewati sebuah indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Akibat peluncuran rudal Korea Utara yang mendarat di perairan Pasifik saham Asia menglami penurunan. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)
Seorang wanita berjalan melewati sebuah indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Akibat peluncuran rudal Korea Utara yang mendarat di perairan Pasifik saham Asia menglami penurunan. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Harga obligasi Fantasia Holdings juga turun pada Senin, 4 Oktober 2021 seiring spekulasi apakah akan membuat utangnya meningkat. Harga obligasi perseroan denominasi dolar AS yang jatuh tempo Desember 2021, turun hampir 30 sen dolar AS menjadi 38 sen, berdasarkan data dari sistem pelaporan harga obligasi trace.

Fitch Ratings menurunkan peringkat kredit Fantasia beberapa tingkat menjadi CCC- pada Senin pekan ini. Sementara Moody’s Investors Service juga memangkas peringkat perusahaan satu tingkat menjadi B3.

Indeks S&P Global Ratings menurunkan peringkat jangka panjang untuk Fantasia Holdings menjadi CCC dari B pada 29 September 2021, seiring risiko yang meningkat sehingga mungkin tidak dapat implementasikan rencana pembayaran konkrit untuk obligasi yang jatuh tempo ke depan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel