Selain Indonesia, Roatex: Banyak negara telah pakai transaksi tol MLFF

Budi Suyanto
·Bacaan 2 menit

Roatex Ltd mengungkapkan banyak negara-negara di dunia telah mengimplementasikan sistem transaksi tol nirsentuh atau Multi Lane Free Flow berbasis Sistem Navigasi Satelit (Global Navigation Satellite System/GNSS).

"Saat ini negara-negara Eropa yang sudah mengaplikasikan sistem GNSS, antara lain Slowakia, Jerman, Republik Ceko, Rusia, Hongaria, lalu Belgia," ujar Chief Operating Officer (COO) Roatex, Andras Szabo di Jakarta, Sabtu.

Menurut Andras, negara-negara Eropa lainnya yang akan mengadopsi sistem transaksi tol nirsentuh GNSS ini adalah Kroasia dan Yunani.

"Di Uni Eropa sendiri terdapat aspirasi untuk menghadirkan satu sistem GNSS too secara terpadu bagi seluruh negara-negara Eropa," katanya.

Sedangkan secara intenasional, kata Andras, terdapat sejumlah negara sudah dan akan mengimplementasikan sistem transaksi tol nirsentuh GNSS ini seperti Australia yang sudah menjalankannya dan Singapura yang akan segera mengganti sistem transaksi tolnya ke teknologi sistem berbasis satelit tersebut.

Baca juga: Roatex akan mulai konstruksi tol MLFF Indonesia pertengahan 2021

Sebelumnya Kementerian PUPR telah menetapkan Roatex Ltd., Hongaria sebagai pemenang lelang sistem Transaksi Tol Nontunai Nirsentuh berbasis Multilane Free Flow (MLFF).

Roatex Ltd, sebelumnya mendapat kepercayaan sebagai badan usaha pemrakarsa pada Februari 2019 untuk mempersiapkan feasibility study. Bersama dengan Hungarian Toll Services Company (NUZs), Roatex Ltd. telah mempersiapkan suatu studi komprehensif mengenai Sistem MLFF di Indonesia yang diserahkan kepada kementerian PUPR sebagai basis pelaksanaan proyek ini.

Chief Representative Roatex, Musfihin Dahlan mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia, sebagai Badan Usaha Pelaksana Kerjasama Pemerintah dengan Badan usaha untuk sistem Transaksi Tol Nontunai Nirsentuh berbasis Multilane Free Flow (MLFF) dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melalui Surat Penetapan Menteri PUPR Nomor: PB.02.01-Mn/132 tanggal 27 Januari 2021.

Baca juga: Jasa Marga dan Telkom akan digandeng Roatex Hongaria dalam tol MLFF

Dia menjelaskan bahwa pada tahun pertama sejak telah ditandatangani perjanjian Kerjasama BUP dengan Pemerintah, adalah masa pelaksanaan konstruksi, dari masa 10 tahun konsessi Kerjasama. Diharapkan pada awal tahun 2022, sebagian besar ruas jalan tol, terutama di Jawa dan Bali sudah dapat menerapkan MLFF.

Pada saatnya nanti, setiap kendaraan atau pengguna jalan tol akan diperkenalkan dengan perangkat e-Obu (aplikasi smartphone), atau Onboard Unit (OBU) atau tiket perjalanan (road ticket) bagi yang hanya sekali jalan. Perangkat ini tidak membebani pengguna, dan dapat diunduh dengan mudah melalui smartphone.