Selain Jakarta, 20 Alat PCR untuk Tes COVID-19 Dikirim ke 11 Provinsi

Liputan6.com, Jakarta Selain DKI Jakarta, alat polymerase chain reaction (PCR) yang baru didatangkan dari Roche, Swiss untuk diagnosis Corona COVID-19 akan didistribusikan ke 11 provinsi lain. Proses pendistribusian dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

"Saat ini, satu alat PCR telah terpasang di salah satu rumah sakit di Provinsi DKI Jakarta. Untuk 11 provinsi penerima alat ini, yaitu Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua," terang Staf Khusus Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Alat PCR yang datang terdiri atas dua buah RNA Extractor automatic dan 18 detektor PCR, sebagaimana keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com.

Kedua alat mampu mengetahui hasil tes positif atau negatif COVID-19 terhadap 9.000 sampai 10.000 spesimen per hari.

"Dalam tempo satu bulan akan dapat mencapai 300.000 tes spesimen," lanjut Arya.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

Terpasang di Ruang Tekanan Negatif

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Mahendra Sinulingga menyampaikan, ada 20 alat PCR untuk diagnosis Corona COVID-19 saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (8/4/2020). (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Perakitan alat PCR membutuhkan waktu beberapa hari dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi. Pemasangan alat pun harus di ruang tekanan negatif.

“Kalau rumah sakit sudah punya tempat namanya negative pressure, maka sudah bisa alat tersebut digunakan,” ujar Arya.

Ruang tekanan negatif adalah ruangan yang tidak akan menyemburkan udara keluar dari ruangan. Ruangan ini membantu mencegah penyakit yang dapat menyebar melalui udara.

Alat PCR yang berhasil didatangkan dari Roche, Swiss atas upaya Kementerian BUMN. Alat PCR ini termasuk alat yang diburu oleh berbagai negara seiring peningkatan terjangkit kasus COVID-19.

Melalui pengadaan logistik peralatan PCR, diharapkan fasilitas kesehatan semakin cepat dan mudah mendata, berapa banyak masyarakat yang positif tertular COVID-19. Dengan demikian, upaya penyembuhan serta memutus rantai penularan akan semakin mudah.

Saksikan Video Menarik Berikut Ini: