Selain Nyenyak, Ini Saran Ustaz Maulana Agar Tidur Jadi Ibadah

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pandemi COVID-19 mengkondisikan masyarakat menerapkan pola hidup sehat lebih disiplin. Selain pakai masker, rajin cuci tangan pakai sabun, makan-makanan bergizi dan olahraga, memperhatikan durasi tidur sangat penting. Tidur berkualitas selama 7 sampai 9 jam per hari efektif menjaga daya tahan tubuh harian Anda.

Dai kondang Ustaz Muhammad Nur Maulana menyebut, tidur berkualitas membutuhkan adab dan tata cara yang tepat bagi masyarakat, khususnya umat muslim. Jika bicara tentang ilmu fiqih mengenai tempat tidur atau kasur sebagai tempat untuk beristirahat. Pria kelahiran Makassar 20 September 1974 itu menggaris bawahi, benda tersebut merupakan tempat tidur yang bisa menjadi ibadah. Bagaimana tidur menjadi ibadah? Berikut rangkumannya.

Halal

Dalam Islam, ada yang menjadi adab-adab tidur, ada tidur yang mendapatkan pahala. Di saat jika seseorang mengikuti aturan adab-adab tidur ataupun syariat tidur.

"Dan bagaimana fiqih menyikapi tentang tempat tidur, ada tidak tidur di tempat atau sesuatu yang diharamkan? Ada,” ujarnya dalam keterangan pers, Royal Foam, baru-baru ini.

Proses pembuatan yang halal

Lebih lanjut, Ustadz Maulana menjelaskan bagaimana menentukan halal haramnya sebuah produk yang kita gunakan. Menurutnya, seorang Muslim wajib mengenal halal haram sebuah produk yang digunakannya, karena hal tersebut menjadi bagian dari pada kesempurnaan ibadah.

Pertama dilihat dari zatnya dulu, ini zatnya dari bahan apa yang digunakan. Jadi, apakah dia tidak menggunakan sesuatu yang diharamkan. Kemudian cara atau prosesnya, dimana apakah dia tidak melanggar syariat.

"Dan yang ketiga adalah bentuk memperolehnya. Nah itu jadi ada tiga, jadi zatnya, prosesnya, dan cara memperolehnya. Apakah mencuri, atau dengan cara yang batil,” tambah penceramah yang dikenal dengan jargon “Jamaah Oh Jamaah” itu.

Keamanan kasur

Berikutnya, mengenai pembuatannya. Ustaz Maulana menjelaskan, pada bagian ini perlu diperhatikan tingkat keamanannya.

“Jadi boleh saja mungkin halal tapi belum tentu toyyiban. Maka disebut halalan toyiban. Dan liat dulu, dia halal, tapi kadarnya, kadar ukurannya jangan sampai juga bisa membahayakan karena tingkat kadarnya dan cara pemanfaatannya,” tegasnya.

Manfaat kasur

Dai kondang itu menyebut saat memilih kasur, yang pertama pertimbangan kemaslahatan dan mudarat-nya. Jangan sampai mubazir. Bermanfaat tapi bisa membahayakan juga perlu diwaspadai.

"Kemudian apakah diharamkan karena mengandung sesuatu yang membahayakan manusia. Tidak mungkin Allah mengharamkan sesuatu tanpa pasti ada alasannya,” kata Ustadz Maulana.

Adab tidur

Terakhir, Ustadz Maulana memberikan tips tidur yang baik menurut ajaran Islam. Pertama berwudhu, agar sepanjang tidur senantiasa berada dalam kesucian. Kemudian tidurnya menghadap kiblat, sebagai adab.

Dan yang paling penting ,jangan lupa berdoa ketika akan tidur. Selain itu, gunakanlah tempat tidur yang bagus, dan jangan lupa selalu membersihkan tempat tidurnya. Oleh karena itu disunnahkan sebelum tidur mengibas-ngibas tempat tidur, salah satunya adalah supaya tidurnya jadi aman.

“Jadi gunakan sesuatu yang nyaman dipakai, selain nyaman juga halal,” kata Ustadz Maulana.