Selain Prokes dan Vaksinasi, Menjaga Daya Tahan Tubuh Juga Lengkapi Pertahanan untuk COVID-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menjaga protokol kesehatan (prokes) di masa pandemi COVID-19 sangatlah penting. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah bagaimana melengkapinya dengan memperkuat daya tahan tubuh dari asupan makanan yang bergizi serta aktivitas fisik.

Profesor Soedjatmiko, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan bahwa makan tiga kali dengan menu lengkap disarankan untuk menjaga kekebalan tubuh.

"Lengkap itu artinya ada nasinya, ada lauknya tidak usah yang mewah, pokoknya ada proteinnya harus dua macam, dari hewan misalnya ayam, telur, ikan, ditambah protein nabati misalnya tempe dan tahu," kata Soedjatmiko dalam dialog virtual KPCPEN pada Kamis (20/5/2021).

Selain itu, tidak ketinggalan yang harus dimakan tentunya adalah sayur dan buah.

"Kemudian kalau pagi hari kalau sempat, pakai baju yang tipis jangan tebal, keluar dari rumah kena mendapat sinar matahari sekitar satu jam atau setengah jam tergantung teriknya matahari," katanya.

Apabila memungkinkan seseorang juga boleh untuk melakukan jalan pagi. Namun jika takut tertular COVID-19, Soedjatmiko mengatakan bahwa tidak masalah untuk melakukan gerak badan di rumah sampai berkeringat.

Protokol Kesehatan Tetap yang Utama

Seorang pria dengan mengenakan masker berolahraga selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (16/4/2020). Kendati Kawasan Senayan pun juga diterapkan PSBB, warga bisa tetap berolahraga di Komplek Gelora Bung Karno (GBK). (Liputan6.com/Johan Tallo)
Seorang pria dengan mengenakan masker berolahraga selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (16/4/2020). Kendati Kawasan Senayan pun juga diterapkan PSBB, warga bisa tetap berolahraga di Komplek Gelora Bung Karno (GBK). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Meskipun bisa memperkuat daya tahan tubuh, Soedjatmiko menegaskan bahwa tips-tips tersebut tidak bisa menggantikan disiplin protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

"Itu hanya melengkapi saja. Jangan mentang-mentang saya makannya bagus, olahraga bagus, saya olahragawan tidak usah pakai masker, tetap kena," kata Soedjatmiko.

Ia mengatakan bahwa banyak orang-orang yang rajin olahraga dan segar bugar tetapi tetap meninggal dunia ketika terkena COVID-19 dalam waktu singkat.

"Tetap pakai masker, jangan berkerumun, vaksinasi. Kalau demam, batuk, pilek segera berobat," katanya seraya menambahkan bahwa hal ini berlaku untuk semua orang.

"Mau yang sehat kekar, apalagi yang nenek-nenek, eyang-eyang, itu harus lebih lagi (menerapkan protokol kesehatan)."

Infografis Jangan Anggap Remeh Cara Pakai Masker

Infografis Jangan Anggap Remeh Cara Pakai Masker (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Jangan Anggap Remeh Cara Pakai Masker (Liputan6.com/Abdillah)

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel