Selain Trio Fauqi, Ada 1 Lagi Kejadian Lanjutan Fatal Terkait Vaksin AstraZeneca di Jakarta

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) fatal ternyata tak hanya dialami pegawai outsourcing di sebuah BUMN Trio Fauqi Virdaus yang meninggal 24 jam usai disuntik vaksin AstraZeneca.

Hal tersebut terungkap dalam surat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kepada Kementerian Kesehatan RI pada 11 Mei 2021.

Surat bernomor R-PW.01.13.3.35.05.21.394 perihal Tindak Lanjut KIPI Fatal Vaksin Covid-19 AstraZeneca itu ditujukan kepada Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes.

"BPOM melalui UPT BPOM dalam proses melakukan investigasi handling vaksin terkait adanya 2 laporan KIPI serius fatal yang diduga berkaitan dengan vaksin Covid-19 AstraZeneca (COVAX) bets CTMAV547," dikutip Merdeka dari surat yang dikirim BPOM ke Kemenkes, Senin (17/5/2021).

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi pun tidak mengelak ketika dikonfirmasi soal surat tersebut. Dia membenarkan ada dua kasus KIPI fatal/serius di Jakarta yang diduga disebabkan oleh vaksin AstraZeneca.

"Iya kalau KIPI AstraZeneva yang dimaksud itu dua-duanya di Jakarta," kata Nadia saat dihubungi Merdeka, Senin.

Namun, dia tidak membeberkan lebih detil kedua kasus tersebut.

Kasus pertama yang dimaksud yakni kasus yang menimpa Trio Fauqi Virdaus, karyawan outsourcing di sebuah BUMN yang meninggal satu hari setelah disuntik vaksin AstraZeneca di Gelora Bung Karno 5 Mei 2021. Sedangkan satu kasus lainnya belum terungkap.

Juga Terjadi Mei Ini

Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Hindra Irawan Satari juga membenarkan ada dua kasus KIPI serius yang diduga disebabkan oleh vaksin AstraZeneca itu. Dia juga membenarkan kejadiannya terjadi Mei ini.

Hindra mengaku pihaknya masih melakukan investigasi terhadap satu kasus yang belum bisa dipublikasikan itu.

"Iya batch yang sama dengan Trio, iya kejadiannya (bulan Mei) sekarang sedang kami investigasi," kata Hindra saat dihubungi Merdeka, Minggu 16 Mei malam.

Pada Minggu kemarin, Kemenkes akhirnya menghentikan sementara produksi dan penggunaan vaksin AstraZeneca batch CTMAV547 sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah.

Pemerintah menerima 3,852,000 dosis AstraZeneca pada 26 April 2021 lalu melalui skema Covax Facility/WHO. Dari jumlah tersebut, ada 448,480 dosis vaksin AstraZeneca batch CTMAV547. Sehingga, hanya 448.480 atau 11,64 persen vaksin yang dihentikan sementara distribusi dan penggunaannya. Sedangkan batch lainnya, pemerintah memutuskan untuk memberikannya ke warga.

"Batch ini sudah didistribusikan untuk TNI dan sebagian ke DKI Jakarta dan Sulawesi Utara. Penggunaan vaksin AstraZeneca tetap terus berjalan dikarenakan vaksinasi Covid-19 membawa manfaat lebih besar,” kata Nadia Tarmizi selaku juru bicara vaksinasi Kemenkes.

Reporter: Rifa Yusya Adilah

Sumber: Merdeka

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: