Selain Tya Ariestya Olla Ramlan Juga Diet, Begini Metodenya

Lutfi Dwi Puji Astuti, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kontroversi diet Tya Ariestya sempat jadi perbincangan hangat lantaran dinilai bertolak belakang dengan teori medis dari pakar gizi. Sebut saja, porsi gizi yang dianggap kurang seimbang karena tak memerlukan sayur hingga tak adanya batas mengonsumsi garam dari diet yang dianut Tya.

Tubuh yang ramping memang kerap menjadi tujuan utama bagi para perempuan, termasuk selebriti Olla Ramlan. Pandemi membuat bobot tubuh Olla menjadi kurang ideal, bahkan mencapai 65 kilogram. Sehingga, selain Tya Ariestya, Olla juga menjalani diet.

"Aku target ingin kurus seperti sebelum punya anak. Bukan ada target timbangan tertentu. Sekarang sudah 52 kg, kata dokter udah ideal, pengennya sih sampai 50 kg karena sebelum punya anak (beratnya) nggak sampai segitu," tuturnya dalam acara Hidup Sehat, tvOne beberapa waktu lalu.

Pola makan Olla Ramlan pun sangat berubah dari biasanya. Jika sebelumnya ia bebas mengonsumsi makanan apapun, Olla yang sempat ogah untuk diet, akhirnya memilih menjalani pola makan sehat. Ia pun berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi, dr. Feni Nugraha SpGK. Penasaran bagaimana pola makan Olla Ramlan? Cek di halaman berikut.

Kuncinya adalah dengan gizi seimbang namun mengurangi, ingat bukan dihilangkan namun dikurangi porsinya, agar berat badan menjadi lebih ideal. Dimulai saat sarapan, Olla tak mengonsumsi lemak melainkan sumber yang tinggi protein.

"Aku bikin telur putihnya aja untuk breakfast. Omelet tanpa minyak, kalau pakai minyak hanya 1 sdm aja. Aku sih dua telur aja cukup. Aku biasa diorak arik, kebetulan masak telur nggak pakai tambahan garam. Biasa aku tambah roti gandum selembar," ujar Olla Ramlan.

Saat siang hari, ia mengonsumsi makanan tinggi protein seperti daging ayam tanpa kulit. Pengolahan sehat menjadi kuncinya. Dengan melepas minyak sebagai sumber lemak, ia pun memilih cara merebus ayam atau dipepes. Tambahan lauk lain seperti tahu dan tempe turut hadir di porsi piringnya.

"Karbohidratnya aku ganti nasi putih dengan nasi shiratake. Karena aku nggak terlalu suka nasi merah," kata Olla. Bagaimana dengan pola makan di malam hari? Simak di halaman berikut.

Saat malam hari, buah dan sayur menjadi asupan utamanya. Biasanya ia mengonsumsi pisang sebagai sumber vitamin dan mineral dari buah. Sementara untuk sayur, Olla yang tak terlalu suka sayuran, tetap memodifikasinya dengan diolah bersama tempe atau telur.

Dikatakan dokter Feni, diet sehat itu harus terpenuhi kalori serta gizi seimbang. Pemilihan jenis karbohidrat, protein serta lemak menjadi prinsip utamanya. Seperti mengganti nasi putih, menjadi nasi merah atau nasi shiratake. Lalu, makanan tinggi protein. Serta tetap mengonsumsi sayur, dengan diolah bersama lauk bagi yang kurang suka rasa sayuran. Ditambah dengan sumber lemak dari minyak zaitun.

"Vvitamin mineral yang cukup dari sayur dan buah, 2-3 porsi agar daya tahan tubuh tetap baik dan nggak gampang sakit. Kalori sesuai dengan kebutuhan, konsultasi dulu ke dokter gizi, sayur buah harus dikonsumsi tiap hari," saran Feni.

Untuk olahraga, Olla tetap menjalani beberapa jenis seperti Muaythai dan Acro Yoga. Ditambah dengan boxing agar ototnya tetap terbentuk lebih baik.