Selalu Keok dalam Survei, Apa Kata Ical?  

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Golongan Karya Aburizal Bakrie mengaku tidak khawatir dengan hasil survei Lembaga Survei Indonesia. Hasil ini menempatkan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud Md. dan politikus senior Golkar Jusuf Kalla sebagai tokoh paling difavoritkan sebagai calon presiden. 

Alasan Ical, panggilan Aburizal, responden survei itu berasal dari elite, bukan dari rakyat. "Sekarang saya berhubungan dengan rakyat, bukan elite," kata Ical seusai acara diskusi publik bertema "Masa Depan Pengelolaan Migas Nasional Pasca-Keputusan Mahkamah Konstitusi" di DPP Golkar, Jakarta, Selasa, 4 Desember 2012.

Ical menuturkan, setelah survei ini ia akan mencoba mendekati kelompok elite. Meskipun begitu, menurut Ical, rakyat yang menentukan layak tidaknya menjadi presiden, bukan elite. Karena itulah, Ical tidak khawatir dengan hasil survei yang respondennya diambil dari elite atau tokoh masyarakat.

Hasil survei Lembaga Survei Indonesia beberapa waktu lalu menempatkan Mahfud Md. sebagai tokoh yang paling difavoritkan sebagai calon presiden. Mahfud unggul pada empat dari lima indikator penilaian, yakni bisa dipercaya, tak melakukan korupsi, tak tersebut kriminal, dan berdiri di atas semua golongan.

Mahfud hanya kalah oleh Jusuf Kalla dalam indikator mampu memimpin negara. Kalla secara keseluruhan di posisi kedua. Berikutnya Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan, politikus Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid,dan mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

SUNDARI

Berita Terpopuler:

Bupati Garut Aceng: Saya Masih Sayang Fany  

3 Alasan Bupati Garut Ceraikan Fany Octora

SBY Minta Mendagri Pantau Bupati Garut

Jokowi: Mending Saya Tidak Jadi Gubernur

Janda Bupati Garut Sebenarnya ''Ogah'' Lapor ke Polisi 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.