Selama 2019 Sleman dikunjungi 10,357 juta wisatawan

Nusarina Yuliastuti

Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, selama 2019 dikunjungi sebanyak 10,357 juta wisatawan atau melebihi target 10 juta wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman Sudarningsih di Sleman, Selasa, mengatakan bahwa selain angka kunjungan, pendapatan retribusi daerah di sektor pariwisata sepanjang 2019 juga melebihi dari target.

"Target PAD dari retribusi pariwisata Sleman pada 2019 sebesar Rp5,82 miliar, dan terealisasi sebesar Rp6,11 miliar atau sekitar 104 persen," katanya.

Ia mengatakan, target PAD dari objek wisata andalan Kaliurang pada 2019 sebesar Rp2,5 miliar, dan terealisasi sebesar Rp2,84 miliar atau 112 persen.

"Dari jumlah kunjungan wisatawan je Kaliurang memang ada penurunan, tetapi secara target pendapatan retribusi selama 2019 melebihi target," katanya.

Baca juga: Sebanyak 145.755 wisatawan kunjungi objek wisata di Gunung Kidul

Sudarningsih mengatakan, Dispar Kabupaten Sleman akan terus berupaya untuk menaikkan jumlah kunjungan wisatawan dengan melakukan pembenahan sarana dan prasarana pariwisata melalui anggaran APBD dan DAK. Selain itu juga akan meningkatkan dan menyediakan fasilitas sebagai atraksi wisata dan penunjang pariwisata.

"Kami akan memperbaiki fasilitas di Kaliurang, membangun menara pandang, pembuatan fasilitas toilet dan parkir, penataan landscape, dan juga menambah atraksi wisata berupa pentas seni dan event di destinasi wisata," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya juga akan melakukan penguatan event dengan mendatangkan artis nasional. Penyelenggaraan sport tourism seperti Sleman Temple Run, Tour de Prambanan, dan Tour de Merapi.

"Kami juga mendorong penyelenggaraan event sekala nasional dan internasional yang diselenggarakan oleh pelaku industri pariwisata maupun komunitas," katanya.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan destinasi wisata di Sleman pada 2019 pengunjungnya melebihi target.

"Kami awalnya mematok target 10 juta pengunjung dan ternyata di akhir tahun mencapai angka 10.357.000 pengunjung, beberapa desa wisata bahkan belum memberikan laporan pengunjung," katanya.

Baca juga: Pemerintah akan terus berupaya tekan harga tiket pesawat

Sri Purnomo mengatakan, prestasi salah satunya karena Sleman membuat kalender event yang dipublikasikan melalui surat kabar lokal dan media sosial.

"Selain itu, banyaknya pihak yang terlibat juga menjadi dukungan terhadap perkembangan pariwisata di Sleman. Banyak yang terlibat dalam pengembangan ini menjadikan ekonomi kreatif bisa tumbuh bagus sehingga bisa membantu mengurangi jurang ekonomi masyarakat Sleman dan masyarakat pun lebih makmur sejahtera," katanya.