Selama Berkuasa, Bartomeu Dituduh Melacurkan Barcelona

Zulfikar Husein
·Bacaan 1 menit

VIVAJosep Maria Bartomeu dituduh telah melacurkan Barcelona selama ia berkuasa menjadi presiden di klub tersebut. Tuduhan itu datang dari mantan pemain El Barca, Dani Alves.

Bartomeu baru saja mengundurkan diri jabatannya sebagai presiden Barcelona pada bulan Oktober 2020 di saat muncul sejumlah konflik. Antara lain adalah perang saudara berbulan-bulan antara dewan klub dengan para para pemain, termasuk Lionel Messi.

Bartomeu sempat berulang kali untuk menolak seruan agar dirinya mundur setelah lebih dari 20.000 suporter Barcelona menandatangani mosi tidak percaya. Bartomeu juga memutuskan meninggalkan Azulgrana ketika kondisi keuangan klub tersebut sedang bermasalah.

Selain itu, kebijakan transfer Barcelona di era Bartomeu juga mengalami kemerosotan. Puncaknya, ketika ia mengambil kebijakan untuk memecat Ernesto Valverde pada bulan Januari 2020 saat mereka sedang berada di puncak klasemen LaLiga.

Menurut Alves, Bartomeu telah menghilangkan identitas Barcelona selama menjalankan kekuasaannya. Bahkan, pemain yang kini merumput di Sao Paolo itu menegaskan, bahwa Bartomeu mengurus Azulgrana seperti pelacur yang sedang menjajakan diri.

"Barca mencoba menjadi tim komersial, padahal mereka adalah tim yang memiliki kepribadiannya sendiri. Sebelum mereka merekrut pemain, mereka biasanya mencari yang dibutuhkan dan yang cocok dengan filosofi klub," kata Alves kepada RAC1, Jumat 6 November 2020.

"Tetapi sekarang mereka telah merekrut banyak orang tanpa konsep yang sesuai dengan identitas Barcelona. Banyak pemain berharga yang dibeli, tapi tidak bisa membela identitas Barcelona. Manajemen telah melacurkan itu dan Barcelona tidak memiliki filosofi yang seharusnya dipertahankan," ujarnya.