Selama Pandemi, Ekonomi Digital Tumbuh 11 Persen

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Dirjen Ikma) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih mencatat, ekonomi digital selama masa pandemi Covid-19 naik sebanyak 11 persen. Kenaikan ini pun diharapkan dapat berkontribusi dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional.

"Ekonomi digital tumbuh 11 persen di tengah pandemi, Startup akan dapat lebih mendorong pemulihan ekonomi," kata Gati dalam sebuah diskusi Tech Provider & Startup Indonesia di Panggung Hannover Messe', Rabu (14/4).

Gati mengatakan, pertumbuhan startup di Tanah Air juga memberikan andil dalam penyerapan tenaga kerja. Ini bisa membantu meminimalisir atau menurunkan angka pengangguran di Indonesia.

Dia mencontohkan, salah satu startup yang mampu berkontribusi besar terhadap lapangan pekerjaan adalah Gojek. Perusahan teknologi asal Indonesia itu mampu mencetak tenaga kerja baru hingga mencapai jutaan orang.

"Kita sebut saja Gojek, kita liat berapa luas tenaga kerja yang bisa diserap," imbuhnya.

Sebelumnya, dalam mendukung startup di Tanah Air, Kemenperin mengadakan Program Startup4industry 2021. Program ini dilaksanakan sebagai bagian dari prioritas nasional Making Indonesia 4.0, terutama dalam pemberdayaan UMKM dan pembentukan ekosistem inovasi. Hal ini ditempuh dengan cara menumbuh kembangkan startup berbasis teknologi yang mampu membantu industri, khususnya industri kecil dan menengah, papar Dirjen IKMA.

Peluncuran program Startup4industry 2021 yang juga dihadiri oleh Director of International Relations Deutsche Messe AG (penyelenggara Hannover Messe), Marco Siebert, dilaksanakan bersamaan dengan Seminar Nasional Startup4industry 4.0 yang menghadirkan pembicara para founder dan co-founder startup unggulan, salah satunya Mitra Bersama Membangun Sejahtera yang meraih penghargaan Hermes Awards pada Hannover Messe 2020.

Penyelenggaraan program Startup4industry sepanjang 2018 - 2020 telah berhasil menorehkan sejumlah pencapaian, antara lain partisipasi sejumlah 514 startup, 15 proyek implementasi yang dikerjakan startup di IKM, kemitraan 49 IKM yang memakai solusi teknologi dari startup, serta 23 peserta Startup4industry berhasil lolos seleksi untuk tampil di Hannover Messe 2021.

"Program Startup4industry membuka kesempatan kepada semua pihak seperti pelaku industri, akademisi, sektor swasta, inkubator, serta pemerintah daerah untuk berpartisipasi dan menjalin kolaborasi," tambah Gati.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Digital dan Industri 4.0 Indonesia Tercepat di Asia Tenggara

Presiden Jokowi. (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi. (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi digital dan industri 4.0 di Indonesia menjadi yang tercepat di Asia Tenggara. Sebab Indonesia memiliki startup sekitar 2.193 buah, kelima terbesar di dunia. Indonesia juga memiliki 5 unicorn dan Indonesia bahkan telah memiliki 1 decacorn.

Ke depan, Kepala Negara itu meyakini industri ini akan berkontribusi pada PDB Indonesia sekitar USD 133 miliar di 2025. Didukung 185 juta penduduk yang memiliki akses internet, terbesar keempat di dunia.

"Kemajuan industri 4.0 akan menjadikan Indonesia top 10 economy global di tahun 2030," jelas Jokowi dalam Pembukaan Hannover Messe 2021, di Istana Negara, Senin (12/4/2021).

Mantan Gubernur DKi Jakarta itu menambahkan, teknologi digital saat inimenjadi bagian sangat penting di tengah kondisi pandemi Covid-19. Sebab menurutnya, transformasi teknologi menciptakan momentum bukan saja membawa dunia keluar dari pandemi, namun sekaligus melakukan lompatan besar ke depan.

"Ini adalah visi besar Indonesia, Indonesia emas. Yang diwujudkan melalui industri 4.0," tegas Jokowi.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Menko Airlangga Beberkan 4 Pilar Kembangkan Ekonomi Digital di Indonesia

Nasabah beraktivitas di salah satu kantor cabang digital Bank BNI di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai transaksi ekonomi digital Indonesia pada tahun 2025 diprediksi mampu mencapai USD 124 miliar.  (Liputan6.com/Johan Tallo)
Nasabah beraktivitas di salah satu kantor cabang digital Bank BNI di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai transaksi ekonomi digital Indonesia pada tahun 2025 diprediksi mampu mencapai USD 124 miliar. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan strategi pemerintah untuk mengembangkan ekonomi digital di Indonesia. Strategi tersebut, kata Airlangga, berlandaskan 4 pilar utama. Pertama, pengembangan SDM khususnya bagi talenta di bidang sains dan teknologi.

"Kedua, infrastruktur digital dan fisik yang kuat untuk meningkatkan arus ekonomi dan menciptakan lapangan kerja," ujar Airlangga dalam pembukaan Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia (FEKDI), Senin (5/4/2021).

Pilar ketiga pengembangan ekonomi digital di Indonesia ialah penyederhanaan birokrasi untuk mengurangi hambatan inovasi. Pilar terakhir ialah riset dan inovasi digital untuk memberi nilai tambah industri serta mendorong transformasi ekonomi.

Airlangga bilang, kerangka strategi ini juga menyangkut beberapa hal lintas sektor, seperti mempercepat digitalisasi di sektor bisnis dan industri, meningkatkan peluang dan pengembangan untuk mendorong konektivitas digital, lalu mendorong koordinasi antar sektoral dan lembaga.

Untuk mendukung 4 pilar pengembangan ekonomi digital ini, pemerintah telah menyiapkan beberapa rencana aksi baik dalam jangka pendek maupun panjang.

"Implementasi strategi digital para pemangku kepentingan telah diidentifikasi, dimana action plan dipimpin Kementerian dan Lembaga," katanya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: