Selama PPKM Darurat, Polda Metro Jaya Tutup Semua Titik Olahraga di Tempat Umum

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya bakal meniadakan semua kegiatan olahraga yang kerap dilakukan masyarakat di Jakarta, dengan menutup semua fasilitas yang kerap dijadikan lokasi olahraga masyarakat selama PPKM Darurat.

"Kegiatan non esensial dan non kritikal termasuk olahraga di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya ditiadakan termasuk kegiatan olahraga," ucap Direkrur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan, Jumat (2/7/2021).

Penutupan tersebut akan dimulai pada Sabtu dinihari (3/7/2021), pukul 00.00 WIB. Adapun salah satu lokasi yang ditutup yakni kawasan Jalan Sudirman- Thamrin yang kerap dijadikan lokasi olahraga masyarakat.

"Jalan Sudirman-Thamrin tertutup untuk kegiatan sepeda, olahraga dan sebagainya," sebut dia.

"Kemudian tempat-tempat yang sering dijadikan lokasi olahraga, GBK, SCBD, tempat-tempat yang sering dipake orang ngumpul, olahraga seluruhnya akan kita tutup mulai nanti malam dan seterusnya," tambah dia.

Namun khusus untuk kawasan Gelora Bung Karno (GBK), lanjut Sambodo, akan tetap dibuka karena tempat tersebut merupakan lokasi vaksinasi massal. Tetapi bukan untuk berolahraga.

"Kecuali mungkin GBK karena akan ada vaksinasi masaal, tentu masih kita buka akses Jalan Asia-Afrika. Tapi Jalan Sudirman-Thamrin mulai nanti malam dan seterusnya termasuk jalan lainnya akan kami buat sunyi dan senyap," bebernya.

Tutup Akses Keluar Masuk Jakarta

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran telah menyampaikan bahwa mulai pukul 00.00 WIB, Sabtu (3/7) nanti. Petugas gabungan TNI/Polri akan mulai menutup dan menjaga pintu masuk dan keluar Jakarta.

Keputusan tersebut, merupakan bagian dari Operasi Aman Nusa Jaya sebagai bentuk dukungan TNI/Polri terhadap pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat yang dimulai pada 3 sampai 20 Juli 2021 besok

"Mulai malam ini pukul 00.00 WIB seluruh pintu keluar masuk Jakarta akan kita tutup dan akan dilakukan pemeriksaan ketat," kata Fadil kepada wartawan, Jumat (2/7).

Larangan keluar maupun masuk tersebut berlaku kepada seluruh masyarakat. Terkecuali mereka yang memiliki kepentingan mendesak.

"Tidak boleh ada satupun yg melakukan mobilitas di luar dari pada kegiatan yang esensial dan kritikal," tegasnya.

Selain itu, dalam operasi Aman Nusa Jaya ini juga tetap menerapkan skema pembatasan dan pengendalian mobilitas. Bahkan, ditambah dengan skema baru yaitu pembatasan dan penyekatan mobilitas di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya.

"Selain pembentukan satgas juga akan dilakukan pembatasan dan pengendalian mobilitas pada 35 titik serta pembatasan dan penyekatan mobilitas pada 25 titik di wilayah hukum Polda Metro Jaya," tandas Fadil.

Reporter: Bachtiarudin Alam

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel