Selama Ramadan, PBB Minta Konflik Suriah Berhenti

TEMPO.CO, Damaskus - Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, meminta kepada pasukan loyalis Presiden Suriah Bashar al-Assad dan para pemberontak meletakkan senjata selama bulan suci Ramadan.

Ramadan adalah saat paling tepat menghentikan pertempuran, kata Ban dalam sebuah pernyataan yang disampaikan pada Senin, 8 Juli 2013.

"Demi menghormati rakyat Suriah, saya meminta kepada seluruh partai yang bertikai di Suriah agar supaya menghormati ibadah agama, minimal dalam waktu satu bulan," ucap Ban.

"Saya sampaikan kepada unit militer angkatan besenjata, Tentara Pembebasan Suriah (FSA), dan setiap orang untuk menghentikan nyalak senjata, berhenti berperang pada bulan penuh perdamaian baik bagi rakyat Suriah maupun di luar Suriah."

Perag di Suriah berlangsung sejak Maret 2011 yang memakan jiwa sedikitnya 90 ribu orang -hampir seluruhnya rakyat sipil. Perang ini ditujukan untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.

Pemimpin oposisi Suriah, Ahmad Jarba, pada Ahad, 7 Juli 2013, mengatakan, dia siap melakukan gencatan senjata dengan pasukan Assad selama bulan suci Ramadan. "Saya sadar bahwa ini mungkin bagi beberapa orang sebagai sebuah panggilan realistis," kata Ban.

Ban juga meminta kepada kelompok berseteru agar supaya membebaskan para tahanan. "Laporan yang masuk, jumlahnya ratusan jika bukan ribuan. Mereka terdiri dari kaum perempuan dan anak-anak yang ditahan  di beberapa pusat tahanan resmi maupun tidak," jelas Ban. Dia menambahkan, "Angkatan bersenjata kelompok oposisi juga menahan sejumlah orang yang bukan tahanan perang."

AL ARABIYA | CHOIRUL

Baca Juga:

Diperiksa Tiga Jam, Maharani Hanya 'Permisi'

Beruang Salju Ini Hentikan Laju Kapal Raksasa

Suap Daging Impor, KPK Kembali Periksa Maharani

Amien Rais: Prabowo-Hatta Kombinasi Menarik

Bos Sanex Steel Disebut Pernah Setor Anas 5 Miliar

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.