Selama Ramadan, PLN Kalbar Siagakan Ribuan Petugas 24 Jam

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Pontianak - Mengamankan keandalan pasokan listrik selama Ramadan dan Idulfitri, PLN Kalimantan Baran Kalbar) mensiagakan 1.453 petugas teknik yang berjaga 24 jam di 29 posko siaga dan 110 lokasi prioritas tempat-tempat ibadah umat muslim.

General Manager PLN Kalbar Ari Dartomo, berdalih upaya ini dilakukan demi menjaga kekhusyukan ibadah saat Ramadan serta perayaan Idulfitri 1442 hijriah.

Untuk menunjang pekerjaan petugas, seluruh unit-unit layanan, PLN Kalbar juga telah mensiagakan 54 unit kendaraan roda empat, 206 unit kendaraan roda dua, masing-masing 1 unit mobil crane dan truk, 26 unit genset, 17 unit gardu bergerak, dan 1 UPS yang siap bergerak dengan cepat jika sewaktu-waktu diperlukan.

“Sementara untuk mendukung proses pendistribusian energi listrik, PLN UP2D Kalbar juga telah membentuk 1 posko siaga dengan mengerahkan masing-masing 12 orang petugas Dispatcher dan petugas siaga PLN,” kata Ari Dartomo seperti ditulis Senin (12/4/2021).

Dia mengklaim, saat ini kondisi sistem kelistrikan di Kalbar baik yang isolated maupun sistem interkoneksi Khatulistiwa dalam kondisi yang sangat kondusif. Di mana total daya mampu pembangkit sebesar 655,66 MW, sementara beban puncak tertinggi sebesar 460,601 MW.

“Upaya preventif untuk menekan potensi gangguan listrik telah dilakukan oleh seluruh unit-unit layanan jauh sebelum Ramadan,” kata Ari Dartomo.

Deretan Kegiatan

Pekerja tengah memasang Trafo IBT 500,000 Kilo Volt di Gardu induk PLN Balaraja, Banten, Kamis (16/12). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja tengah memasang Trafo IBT 500,000 Kilo Volt di Gardu induk PLN Balaraja, Banten, Kamis (16/12). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kegiatan yang dilakukan antara lain; melakukan pemeliharaan dan perawatan mesin pembangkit, melaksanakan pemangkasan pohon di seluruh unit layanan dengan tingkat gangguan yang cukup tinggi, serta melaksanakan gelar pasukan dan peralatan untuk memastikan kesiapan petugas dalam mengamankan keandalan pasokan listrik.

Dia berharap partisipasi masyarakat secara bersama-sama dalam menjaga keandalan pasokan listrik demi menjaga kekhusyukan kita dalam beribadah, terutama untuk tidak bermain layang-layang dengan menggunakan tali kawat karena dapat menyebabkan gangguan listrik.

“Sehingga upaya yang telah kami lakukan akan menjadi sia-sia," kata General Manager PLN Kalbar Ari Dartomo.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: