Selamat Datang di Kampung Budaya UNNES

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Semarang - Universitas Negeri Semarang (UNNES) memiliki kampung di dalam kampus. Apakah itu? Yuk, kita intip seperti apa kampung yang ada di UNNES. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kampung diartikan sebagai kelompok rumah yang merupakan bagian kota, biasanya dihuni orang berpenghasilan rendah. Namun, kampung yang ada di UNNES bukan sekadar kampung biasa.

UNNES membangun sebuah fasilitas yang dinamakan Kampung Budaya. Kampung ini memiliki beberapa bangunan. Ada satu pendopo besar beratap joglo berukuran 20 x 20 m di bagian tengah area. Pendopo itu dibangun sebagai tempat untuk penyelengaraan pentas seni, seperti seni wayang, seni drama, seni tari, dan lain sebagainya.

Di sekeliling pendopo, terdapat tiga bangunan membentuk letter U. Bangunan di sisi kanan dan kiri digunakan sebagai ‘rumah’ untuk produk karya seni lukis dan kriya yang dibuat oleh para mahasiswa UNNES. Setiap tahun para mahasiswa jurusan seni rupa akan mengadakan pameran seni rupa mereka di bangunan tersebut.

Kampung Budaya di UNNES
Kampung Budaya di UNNES

Terdapat bangunan di belakang pendopo yang berfungsi sebagai teater indoor. Ruang pertunjukan ini sudah dilengkapi dengan ruang produksi, pengaturan lighting dan audio yang baik. Dengan adanya bangunan ini diharapkan para penyelenggara pentas dapat menampilkan pementasan yang profesional dan menarik.

Tentunya sebelum memasuki area Kampung Budaya, teman-teman akan disambut oleh ukiran-ukiran khas Jawa yang berada di area depan. Ukiran-ukiran tersebut sangat cantik dan elegan, seolah menyambut para tamu yang hendak menikmati pementasan yang diselenggarakan.

Kampung Budaya ini tidak pelit, lho! Kampung Budaya juga boleh dipakai untuk kegiatan selain pementasan. Mahasiswa UNNES sering menggunakan Kampung Budaya untuk keperluan latihan sebelum menghadapi ujian tari atau drama.

Selain itu, Kampung Budaya juga dapat digunakan untuk rapat. Mahasiswa UNNES juga sering menggunakan pendopo untuk melakukan rapat koordinasi karena udaranya yang sejuk dan dapat digunakan secara bebas, asalkan tetap menjaga tatanan, kebersihan, dan sopan santun.

Kampung Budaya pernah digunakan mahasiswa Prodi Sastra Inggris sebagai latar tempat pembuatan film pendek yang berjudul Anthony and Cleopatra. Bambang Margo Susanto beserta empat rekannya yang terlibat dalam pembuatan film pendek tersebut memutuskan untuk memanfaatkan fasilitas kampus ini karena arsitekturnya yang bagus dan sangat memadai untuk pementasan seni.

"Lokasinya juga luas dan memiliki beberapa bagian gedung dengan latar yang berbeda, jadi membantu kami agar lebih efektif dan efisien tempat untuk pengerjaan film ini,” ujar Bambang Margo Susanto.

Yuk, kalau sedang main ke UNNES jangan lupa melipir ke Kampung Budaya, minimal selfie.

Asti Bulantrisna Widhiutami, mahasiswi UNNES, peserta Program KMMI Digital UNNES dan Liputan6.com

Saksikan Video Pilihan Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel