Selamat! Desa Binaan Sido Muncul Raih Penghargaan ProKlim dari KLHK

Merdeka.com - Merdeka.com - Sido Muncul merupakan salah satu perusahaan produsen jamu dan obat herbal modern yang juga fokus pada aspek pengembangan masyarakat. Maka dari itu, Sido Muncul mengembangkan program Program Corporate Social Responsibility (CSR), yaitu Desa Rempah.

Kabar baiknya, salah satu desa rempah binaan Sido Muncul, yaitu Desa Manggihan di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, berhasil mendapat apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Ya, Desa Manggihan berhasil mendapat penghargaan Program Kampung Iklim (ProKlim). Ini merupakan program berlingkup nasional dikelola KLHK dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam melakukan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, serta penurunan emisi gas rumah kaca.

desa manggihan adalah salah satu desa binaan sido muncul
desa manggihan adalah salah satu desa binaan sido muncul

©2022 Merdeka.com

Berkaitan dengan pencapaian itu, Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat merasa bangga dan mengapresiasi UU Desa tentang Desa digagas Budiman Sudjatmiko pada 18 Desember 2013. Menurut Irwan, adanya UU Desa tentang Desa bukan sekadar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tapi juga membuat desa-desa di Indonesia memiliki landasan hukum, ketika ingin melakukan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.

"(Sejak disahkan UU Desa tentang Desa), desa-desa di Indonesia pembangunannya jadi lebih maju. Gagasan (dari Budiman) ini adalah ide yang sangat bagus sekali. Dengan adanya itu, saat ini ada 74 ribu desa di Indonesia yang punya landasan dan masyarakat juga dilibatkan sebagai pelaksanaan dana desa," jelas Irwan saat ditemui di kantor Sido Muncul, Jakarta, Jumat (28/10).

Di kesempatan yang sama, Sekretaris Desa Manggihan, Antun Sari juga menyampaikan terima kasihnya kepada Sido Muncul, atas pembinaan yang selama ini dilakukan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Sido Muncul sudah ikut membantu dan memajukan Desa Manggihan. Sejak 2020, Sido Muncul menjadi pintu pembuka bagi Desa Manggihan untuk mulai membina dan mendampingi kami," ujar Antun Sari.

Antun menjelaskan, Sido Muncul sebagai mitra industri, bersama Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan tindak lanjut Gerakan Tanam (Gertam) Jahe seluas 5 hektar. Dalam pelaksanaan budidaya jahe di Desa Manggihan, Sido Muncul juga berkontribusi dalam konsep kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Bentuk kontribusi yang dilakukan antara lain dengan sosialisasi aplikasi pupuk organik cair, pelatihan pembuatan pestisida nabati dengan memanfaatkan potensi bahan di Desa Manggihan, pelatihan budidaya dan pasca panen, pendampingan dan monitoring bersama, serta bantuan sarana input lain seperti pupuk.

Guna melaksanakan program kampung iklim, lanjut Antun, ada dana desa yang diberikan guna mendukung sinergitas pemberdayaan masyarakat.

desa manggihan adalah salah satu desa binaan sido muncul
desa manggihan adalah salah satu desa binaan sido muncul

©2022 Merdeka.com

Untuk diketahui, dari 1093 desa dari 33 provinsi di Indonesia, ada 424 yang lolos verifikasi untuk mengikuti ProKlim. Hasilnya ada 12 desa yang mendapat ProKlim Lestari, 55 desa yang mendapat ProKlim Utama, dan 133 desa yang mendapatkan ProKlim Madya.

Desa Manggihan mendapat penghargaan ProKlim Utama. Pemberian penghargaan ProKlim Utama pun dilakukan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya pada pada Jumat (28/10) di Gedung Manggala Wanabakti sekitar pukul 13.00 WIB.

Berdasarkan Permen LHK No P.84/MenLHK-Setjen/KUM.1/11/2016 tentang Program Kampung Iklim, diketahui bahwa setiap kategori ditetapkan berdasarkan nilai akhir ProKlim yang merupakan hasil penghitungan nilai komponen kegiatan, mulai dari adaptasi, mitigasi, dan dukungan keberlanjutan.

Penilaian akhir itu diketahui berdasarkan enma program dan pendampingan terkait ProKlim Desa Manggihan selama 2,5 tahun, atas arahan DLHK Prov Jateng. Adapun keenam program tersebut adalah, sosialisasi ProKlim, pelatihan bank sampah (dua kali), pelatihan budidaya jahe dan pasca panen, pelatihan pembuatan pestisida nabati. Program selanjutnya adalah pelatihan biogas mandiri oleh Setyo dari ProKlim Sruni, dan terakhir adalah pelatihan manajemen organisasi. [stm]