Selamat Tinggal Cheetos, Lays, dan Doritos, Tak Jadi Camilan Nongkrong Lagi

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) telah membeli seluruh saham yang dimiliki PT Indofood Fritolay Makmur (IFL) yang dimiliki Fritolay Netherlands Holding B.V, afiliasi dari PepsiCo Inc senilai Rp 494 miliar. Perusahaan patungan ICBP dan PepsiCo ini yang produksi dan pasarkan Lays, Doritos hingga Cheetos.

Pembelian saham tersebut setara dengan 49 persen dari total seluruh saham yang telah diterbitkan IFL. Transaksi pembelian saham itu dilakukan pada 17 Februari 2021.

PT Indofood CBP Sukses Makmur memakai kas internal untuk pembelian saham IFL. Fritolay merupakan produsen makanan ringan yang terafilasi dengan PepsiCo. Di bawah PepsiCo ada merek Lay’s, Cheetos dan Doritos yang dipasarkan oleh Indofood CBP Sukses Makmur.

PT Indofood Fritolay Makmur merupakan perusahaan patungan antara ICBP (51 persen) dan afiliasi PepsiCo yakni FritolayNetherland Holding B.V (49 persen).

Sekretaris Perusahaan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Gideon A.Putro menuturkan, IFL akan mengakhiri perjanjian lisensi dengan PepsiCo setelah IFL menyelesaikan semua proses persiapan penghentian produksi dan penjualan produk dengan merek milik PepsiCo.

Transaksi itu harus sudah diselesaikan dalam waktu enam bulan dari sejak tanggal dilakukannya transaksi. Jadi transaksi itu akan selesai mulai Agustus 2021.

"Fritolay, PepsiCo, dan atau pihak afiliasi lainnya tidak boleh memproduksi, mengemas, menjual, memasarkan atau mendistribusikan produk makanan ringan apapun di Indonesia yang bersaing dengan produk IFL selama tiga tahun dari sejak berakhirnya masa transisi,” tulis dia dalam keterbukaan informasi BEI.

Adapun Indofood CBP yang memborong saham Fritolay milik PepsiCo di IFL sehingga kepemilikan perseroan menjadi 99,99 persen. Kemitraan dua perseroan ini pun putus setelah 30 tahun.

Divisi Makanan Ringan

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk bermitra dengan PepsiCo di perusahaan patungan Indofood Fritolay Makmur untuk mengelola sebagian besar dari kegiatan usaha divisi makanan ringan ICBP.

Mengutip laporan tahunan 2019 ICBP, produk-produk yang dikelola perusahaan patungan itu meliputi makanan ringan modern dan makanan ringan tradisional yang dimodernisasi berbahan dasar kentang, ubi ungu, singkong, jagung, dan tempe hingga produk extuded snack. Untuk produk-produk tersebut dipasarkan dengan merek Chitato, Lay’s, Qtela, Doritos, Cheetos, Jetz dan Chiki.

Divisi produk makanan ringan ini mengoperasikan tiga pabrik yang berlokasi di Jawa dengan kapasitas produksi sekitar 50.000 ton per tahun.

Sementara itu, merek makanan ringan di bawah lisensi PepsiCo yaitu Doritos, Cheetos dan Lay’s. Jadi dengan ada perubahan struktur kepemilikan saham di perusahaan patungan itu, tiga produk makanan ringan itu akan setop produksi mulai Agustus 2021.

Meski demikian, Indofood CBP Sukses Makmur menyatakan tetap memproduksi, menjual dan mengembangkan merek yang dimiliki seperti Chitato, Qtela, Chiki dan Jetz.

"Kami akan terus memproduksi, menjual, dan mengembangkan merek-merek kami seperti Chitato, Qtela, Chiki dan Jetz, yang telah lama menjadi salah satu makanan ringan favorit masyarakat Indonesia," ujar General Manager Corporate Communication PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Stefanus Indrayana saat dihubungi Liputan6.com, Kamis, 18 Februari 2021.

Kontribusi Divisi Makanan Ringan

Lalu bagaimana kontribusi divisi makanan ringan terhadap kinerja keuangan Indofood CBP Sukses Makmur?

Mengutip laporan tahunan ICBP pada 2019, divisi makanan ringan mencatat penjualan 2,8 persen menjadi Rp 2,64 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,56 triliun. Hal itu terutama dikontribusikan oleh unit usaha makanan ringan. Sedangkan marjin EBIT membaik dari -7,7 persen menjadi -1,6 persen didorong oleh peningkatan kinerja dari unit usaha makanan ringan yang mampu menutup sebagian besar kerugian dari unit usaha biskuit.

Pada 2019, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk mencetak pertumbuhan penjualan sebesar 10 persen menjadi Rp 42,30 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 38,41 triliun.

Laba usaha naik 15 persen menjadi Rp 7,4 triliun dari Rp 6,45 triliun. Sementara itu, marjin laba usaha naik menjadi 17,5 persen dari 16,8 persen.

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 10 persen menjadi Rp 5,04 triliun dari Rp 4,58 triliun pada tahun sebelumnya. Lalu marjin laba bersih relatif stabil di kisaran 11,9 persen. Core profit meningkat 22 persen menjadi Rp 5,16 triliun dari Rp 4,22 triliun.

Sementara itu, hingga September 2020, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk mencatat pertumbuhan penjualan tiga persen menjadi Rp 33,90 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 32,79 triliun.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh dua persen menjadi Rp 3,96 triliun hingga September 2020 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 3,89 triliun.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini