Selamat Ulang Tahun Almarhum Charlie Chaplin, Ini 6 Film Terbaik Sang Legenda Dunia Sinema

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Bukan rahasia lagi. Charles Chaplin alias Charlie Caplin salah satu seniman multibakat yang pernah dimiliki dunia. Komedian asal Inggris ini dikenal juga sebagai produser, penulis, sutradara, bahkan penata musik andal.

Memberi dampak besar pada industri sinema sejagat, komite Academy Awards memberinya Piala Oscar Penghargaan Kehormatan atas pengaruh kuatnya dalam memproduksi gambar bergerak sebagai bentuk seni abad ini.

Penghargaan itu didapat Charlie Chaplin pada 1972 alias lima tahun sebelum meninggal dunia. Pada 16 April 2021, dunia memperingati hari lahir sang legenda. Yuk, kita cek lagi 6 film terbaik Charlie Chaplin.

1. The Kid (1921)

Poster film The Kid. (Foto: Dok. Charles Chaplin Production/ IMDb)
Poster film The Kid. (Foto: Dok. Charles Chaplin Production/ IMDb)

Jauh sebelum gambar bergerak bisa “bicara,” dunia memasuki era film bisu. The Kid, film panjang pertama yang diproduksi, ditulis, disutradarai, dan dibintangi Charlie Chaplin. Dibuat dengan biaya 250 ribu dolar AS, film ini mengeruk laba kotor hingga 5,4 juta dolar AS.

Sejarah mencatat The Kid sebagai film dengan laba tertinggi kedua pada 1921. The Kid diyakini sebagai karya terbaik sang seniman. Rotten Tomatoes memberi level kesegaran 100 persen. Andai Oscars sudah ada di tahun itu, bukan tak mungkin The Kid jadi Film Terbaik.

2. The Gold Rush (1925)

The Gold Rush. (Foto: Dok. United Artists/ IMDb)
The Gold Rush. (Foto: Dok. United Artists/ IMDb)

Ucapan adalah doa. Charlie Chaplin semasa hidupnya berharap, The Gold Hour yang menempatkannya sebagai produser, sutradara, penulis, sekaligus pemain dikenang dunia sepanjang masa. Ia ingin dikenang via film ini. Benar saja. The Gold Hour menjadi identik dengannya.

Meraih dua nominasi Oscars pada 1943, film ini banjir pujian kritikus. Variety terang-terangan menyebut The Gold Hour sebagai, “Komedi terhebat dan terumit yang pernah dibuat. Ia akan bertahan sebagai hit terbesar mewakili genrenya.”

3. The Circus (1928)

The Circus. (Foto: Dok. United Artists/ IMDb)
The Circus. (Foto: Dok. United Artists/ IMDb)

The Gold Rush dan The Circus yang dirilis tiga tahun setelahnya diyakini kritikus sebagai dua film komedi terbaik yang diwariskan Charlie Chaplin kepada dunia. Film ini mengantar Chralie meraih nomine Pemeran Utama Pria Terbaik Oscars 1929 namun namanya dihapus.

Sebagai ganti, komite Academy Awards menganugerahi The Circus penghargaan khusus untuk keluwesan sekaligus kegeniusan Charlie Chaplin di bidang akting, menulis skenario, menyutradarai, dan memproduksi film. Sekeren itu!

4. City Lights (1931)

City Lights. (Foto: Dok. United Artists/ IMDb)
City Lights. (Foto: Dok. United Artists/ IMDb)

“Sebuah film yang dikerjakan dengan selera seni mengagumkan,” sanjung The New York Times. “Bukan karya terbaik Charlie, namun sejumlah adegan tertentu benar-benar kocak,” ulas Variety.

City Lights mengisahkan Tramp yang jatuh cinta pada gadis buta dan romantika persahabatannya dengan jutawan pencandu miras. Waktu menguji film ini hingga ditetapkan sebagai salah satu film terbaik sepanjang masa oleh American Film Institutes pada 2007.

5. Modern Times (1936)

Modern Times. (Foto: Dok. United Artists/ IMDb)
Modern Times. (Foto: Dok. United Artists/ IMDb)

Tak berlebihan menyebut Charlie Chaplin penghasil karya seni yang menembus ruang dan waktu. Modern Times bukti berikutnya. Film ini disebut paduan mutu dan unsur komersial. Pasalnya, Modern Times adalah film dengan laba kotor terbesar di AS pada 1936.

Di Inggris Raya, ia jawara box office periode 1935-1936. Tak henti sampai di situ, film yang memotret krisis finansial dan susahnya dapat kerja di era “Depresi Besar” ini dipuja kritikus. Pada 2003, Modern Times tayang ulang di Festival Film Cannes dan masih terasa relevan.

6. Limelight (1952)

Limelight. (Foto: Dok. Columbia Pictures/ IMDb)
Limelight. (Foto: Dok. Columbia Pictures/ IMDb)

Diproduksi dengan biaya 900 ribu dolar AS, Limelight mengumpulkan 8 juta dolar AS dari seluruh dunia. Pencapaian yang fantastis di eranya. Ajaibnya, film ini baru dirilis di Los Angeles, AS, 20 tahun kemudian lalu berlaga di Oscars 1973.

Lagi-lagi, waktu menguji keabadian karya Charlie Chaplin. Ia diganjar Piala Oscar Tata Musik Dramatis Terbaik. Bahkan, komite Academy Awards menggelar perayaan ulang tahun Limelight ke-60 pada 2012, dengan menggelar pesta, diskusi panel, hingga nonton bareng.

Dedikasi dan prestasi membuka jalan Charlie Chaplin menuju legenda. Tak heran, ia punya penggemar lintas generasi dan hari lahirnya dikenang dunia hingga kini. Yang ingin menonton lagi warisan seni Charlie Chaplin, kini bisa mengakses film-filmnya secara resmi lewat Klik Film.

“Untuk mengenang dan menghormati Charlie Chaplin, Klik Film menghadirkan film-film terbaiknya dalam program Celebrating Charlie Chaplin’s Birthday, bulan ini,” ujar Direktur Klik Film, Frederica, lewat siaran pers yang diterima Liputan6.com, Kamis (15/4/2021).

[vidio:POPS : Aksi Kocak Komedian Legendaris Charlie Chaplin]()