Selamatkan Babakan Siliwangi!

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Politisi PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka mengungkap, kawasan hutan kota Babakan Siliwangi (Baksil) di tengah Kota Bandung, resmi menjadi hutan kota dunia, sejak tahun 2011.

Bahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengakui keberadaan hutan di tengah kota tersebut, sebagai satu-satunya hutan yang ada saat ini.

Keberadaanya, sambung Rieke, saat ini merupakan oksigen bagi Kota Bandung. Sudah bertahun-tahun, kawasan Babakan Siliwangi menjadi rebutan antara warga dengan Pemerintah. Warga protes, tak rela Babakan Siliwangi disulap jadi rumah makan.

"Lahan seluas 3.8 hektar ini adalah area resapan air, sanggup memasok oksigen untuk 15 ribu orang dalam sehari. Kawasan ini juga terdapat 12 mata air dan berfungsi sebagai kawasan hutan lindung," ujar Rieke, dalam rilisnya kepada Tribun, Selasa (29/1/2013).

Meski begitu, lanjutnya, tidak dapat dipungkiri penggerusan lahan hutan tersebut terus terjadi. Hutan yang dikelola oleh pemerintah daerah dan swasta itu, kini mulai bergeser, menjadi restoran dan gedung-gedung seperti Sasana Budaya Ganesha, kolam renang, tutupan parkir, kantor kelurahan, rumah makan dan galeri.

"Mengapa pemerintah daerah tetap ingin mengorbankan kawasan yang telah melahirkan seniman-seniman kebanggan Jawa Barat itu untuk kepentingan segelintir orang?" Rieke mempertanyakan.

Rieke kemudian secara tegas menolak keinginan pihak-pihak yang ingin menggusur lahan tersebut. Untuk itu saya mendesak pemerintah daerah. Ia kemudian meminta agar dihentikan pembangunan rencana tata ruang wilayah Kota Bandung, di lokasi Babagan Siliwangi sebagai daerah komersial.

"Harus dikembalikan fungsi Babakan Siliwangi sebagai ruang publik yang memang seharusnya dikuasai publik untuk dipakai bersama. Selain fungsi itu, Babakan siliwangi juga memiliki fungsi vital di Cekungan Bandung karena menjadi daerah resapan air. Bandung adalah milik bersamam," ujarnya.

Rieke juga berharap agar warga Bandung berhak untuk ikut berpartisipasi dalam menentukan masa depan kotanya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.