Selandia Baru janji tindak keras backpacker yang sembarangan buang air besar

·Bacaan 1 menit

Wellington (AFP) - Pemerintah Selandia Baru pada Rabu berjanji mengambil tindakan terhadap backpacker yang buang air besar di tempat-tempat keindahan alam sebagai bagian dari rencana pariwisata pasca-virus corona.

Negara Kiwi ini sejak lama mengeluhkan apa yang disebut pelaku "kemah kebebasan" yang melakukan perjalanan lintas desa dengan menggunakan campervan yang tidak memiliki fasilitas toilet dan meninggalkan kotoran manusia di pinggir jalan.

Menteri Pariwisata Stuart Nash mengatakan praktik itu tidak sesuai dengan citra "100 persen murni" Selandia Baru dan bahwa pengunjung internasional dapat mengharapkan adanya perubahan begitu perbatasan pada akhirnya dibuka kembali.

"Mereka perlu membeli brand keberlanjutan kita dan apa yang kita perjuangkan sebagai sebuah negara, buang air besar di pinggir jalan dan saluran air bukanlah ciri bangsa kita," kata dia kepada wartawan.

Nash mengatakan dia berencana melarang pelancong menyewa campervan yang tidak mandiri sebagai bagian dari penataan ulang industri pariwisata ketika pandemi Covid-19 mereda.

"Ambisi saya adalah begitu perbatasan global dibuka, Selandia Baru dianggap oleh wisatawan-wisatawan paling bijaksana di dunia sebagai salah satu dari tiga tempat teratas di dunia untuk dikunjungi," kata dia.

Sebelum pandemi, pariwisata adalah salah satu pencetak uang terbesar di Selandia Baru, dengan sekitar empat juta turis internasional tahunan menyumbangkan 16,2 miliar dolar Selandia Baru (Rp157,9, triliun) kepada perekonomian nasional.

Nash menyarankan agar ke depan pengunjung mesti mengikuti teladannya sendiri sebelum berangkat menjelajahi keajaiban alam terjal Selandia Baru.

"Saya selalu rapi-rapi dulu sebelum saya meninggalkan rumah," kata dia.

ns/arb/oho/fox