Selandia Baru sunyi di hari pertama karantina wilayah

WELLINGTON (Reuters) - Selandia Baru memulai karantina wajib selama satu bulan pada Kamis untuk memperlambat penyebaran virus corona, dengan peringatan dari pihak berwenang agar semua orang tinggal di rumah atau terancam denda besar dan bahkan penjara.

Jalan raya, stasiun kereta api, dan jalan-jalan di pusat kota Auckland dan Wellington sunyi senyap pada Kamis pagi saat orang-orang tetap berada di dalam rumah, sementara menara perkantoran dan pusat perbelanjaan ditutup.

Kepala Polisi Selandia Baru Mike Bush mengatakan bahwa masih ada beberapa orang yang melanggar peraturan dan mereka dapat menghadapi konsekuensi serius.

"Ada orang yang berkeliaran, melanggar aturan-aturan ini, mengklaim bahwa mereka tidak tahu tentang ini. Bagi orang-orang itu, jika mereka terlihat lagi ... akan ada konsekuensi dari tindakan itu," kata Bush dalam sebuah wawancara dengan TVNZ, media negara.

Pemerintah telah mengizinkan orang yang bertugas dalam layanan penting untuk terus bekerja. Tetapi sekolah, kantor, restoran, bar, tempat ibadah dan bahkan taman bermain ditutup sebagai bagian dari karantina yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Perdana Menteri Jacinda Ardern menyatakan keadaan darurat nasional pada Rabu saat jumlah kasus COVID-19, penyakit yang terkait dengan corona, melonjak sebanyak 50 kasus sehingga total kasus secara nasional mencapai 205.

"Melanggar aturan bisa membunuh seseorang yang dekat dengan Anda," Ardern memperingatkan orang-orang dalam konferensi pers pada hari Rabu.

Dia mengatakan orang-orang dapat berjalan-jalan, berlari di dekat rumah, atau berkendara untuk mendapatkan bahan makanan, tetapi semua orang harus menjaga jarak 2 meter (6 kaki), mirip dengan langkah-langkah yang diberlakukan di banyak negara lain saat virus meluas di seleuruh dunia.

Ini hanya kedua kalinya dalam sejarah Selandia Baru negara itu memberlakukan keadaan darurat nasional, yang pertama pada Februari 2011, setelah gempa berkekuatan 6,3 melanda kota Pulau Selatan Christchurch, menewaskan hampir 200 orang.

Selandia Baru, dengan sekitar 5 juta orang, memiliki lebih sedikit infeksi daripada banyak negara lain, tetapi pemerintah Ardern ingin bergerak cepat untuk menghentikan penyebaran. Negara itu adalah salah satu negara pertama untuk memaksa semua pelancong yang datang melakukan swakarantina dan melarang pertemuan besar.

Negara-negara yang telah mengunci populasi mereka untuk mencegah penyebaran corona perlu mengutamakan prioritas dalam penemuan kasus baru dan melakukan segala yang mereka bisa untuk menekan dan mengendalikan virus, kata Organisasi Kesehatan Dunia, Rabu.