Selangkah Lagi, Pelaku Penembakan Polisi Terungkap

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Budi Sam Law Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya mengklaim pengungkapan kasus penembakan anggota polisi di tiga lokasi di Tangerang Selatan, tinggal menunggu waktu.

Selangkah lagi, polisi tinggal menentukan dan membekuk pelaku penembakan. Untuk sementara diduga motifnya tetap terorisme.

"Sudah 90 persen untuk penelusuran siapa pelaku penembakannya. Tinggal 10 persen dan hanya menunggu waktu saja," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (28/8/2013).

Menurutnya tim khusus yang diturunkan untuk mengungkap kasus penembakan anggota polisi ini sudah berjalan dalam jalurnya dan menemukan titik terang.

Rikwanto menduga pelaku penembakan ditelusuri dari pemilik motor Yamaha Mio warna merah yang digunakan pelaku dan ditinggalkan di lokasi kejadian saat penembakan dua anggota Polsek Pondok Aren, Aiptu Kus Hendratno dan Bripka Ahmad Maulana di Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Dari penelusuran itu ada beberapa nama yang diketahui sebagai pemilik terakhir motor, dan salah satunya dipastikan terkait penembakan polisi.

"Tim sudah bergerak ke Bandung dan Tasikmalaya. Tim tinggal menentukan siapa orang terakhir yang menggunakan motor tersebut," katanya.

Ia melanjutkan, saat ini penyidik sedang memastikan identitas pelaku.

"Sesuai keterangan saksi, yang melakukan dua orang, pengemudi motor dan penembak yang dibonceng. Saat ini, tim sedang pastikan identitas keduanya bahwa memang mereka pelakunya," kata Rikwanto.

Mengenai motif penembakan, Rikwanto mengatakan, sampai saat ini untuk sementara motifnya diduga terorisme.

"Motif sementara masih terorisme," ujarnya.

Rikwanto menjelaskan titik terang kasus ini setelah pihaknya membentuk tim menjadi dua bagian atau unit.
Satu tim menelusuri senjata dan satunya dari sisi kepemilikan motor pelaku yang tertinggal di lokasi penambakan terakhir, di Jalan Graha Raya, Pondok Aren, Jumat (16/8/2013) lalu.

Dalam penelusuran dari sisi senjata, sudah ada sejumlah kemajuan yakni merazia airsoft gun yang ternyata pemiliknya memiliki senjata api (senpi), lalu penemuan dua pistol di Cipayung, penemuan ratusan peluru di Taman Mini Indonesia Indah, dan berujung pengungkapan pembuatan senpi rakitan di Cipacing, Sumedang, Jawa Barat.

Dari sana diketahui, kemungkinan besar pelaku penembakan menggunakan senjata api rakitan yang dibeli di Cipacing.

"Tim masih di lapangan, karena ada indikasi diantaranya berkaitan. Saat ini tengah ditelusuri, senpi rakitan itu pernah dijual ke mana saja," katanya.

Sementara satu tim lainnya, kata Rikwanto,  menelusuri siapa pemilik terakhir motor yang tertinggal di lokasi penembakan dua anggota Polsek Pondok Aren, Aiptu Kus Hendratno dan Bripka Ahmad Maulana.

Penyidikan mengarah kepada siapa yang pegang terakhir kali. Latar belakang kepemilikan motor, katanya cukup panjang.

"Sudah puluhan kali ganti pemilik. Namun, plat nomornya asli. Saat ini terus diselidiki dan ada titik terang," katanya.

Menurutnya, titik temu antara kedua sisi pencarian dan penelusuran itu akan disamakan.

"Nanti disinkronkan. Apakah pemilik senjata sama dengan identitas pemilik motor atau lainnya," katanya.

Sementara itu, Rikwanto menuturkan belum ada laporan masyarakat terkait sketsa pelaku penembakan yang sudah disebar polisi.

"Belum ada yang melaporkan dan mengetahui ciri-ciri pelaku seperti di sketsa itu," katanya.

Diketahui, dua angggota Polsek Pondok Aren, Aiptu Kus Hendratno dan Bripka Ahmad Maulana tewas ditembak pelaku tak dikenal, di Jalan Graha Raya Pondok Aren, Jumat (16/8/2013) sekitar pukul 21.30 WIB.

Kejadian berawal ketika Aiptu Kus Hendratno dipepet dua orang tak dikenal menggunakan motor matic dan ditembak di bagian belakang kepala. Korban tewas di lokasi kejadian.

Pada saat kejadian, Tim Buser berjumlah empat orang menggunakan mobil Avanza, melihat dan langsung mengejar pelaku. Tim berhasil menabrak motor pelaku.
Namun, mobil tim Buser terperosok ke dalam got.
Sementara, pelaku yang sempat terjatuh bangkit dan menghampiri mobil. Ia melepaskan beberapa tembakan dan mengenai pengemudi Avanza, Bripka Maulana. Anggota Buser itu juga tewas di tempat.

Pelaku berhasil melarikan diri dengan merampas motor seorang sekuriti di sekitar lokasi dan kabur ke arah Pamulang. Sementara, motor pelaku tertinggal.

Sebelumnya, dua anggota polisi Aipda Patah Saktiyono dan Aiptu Dwiyatna juga menjadi korban penembakan pelaku miterius di Jalan Raya Cirendeu serta Jalan Otista, Ciputat, Tangerang Selatan. Aipda Patah mengalami luka di punggung, sementara Aiptu Dwiyatna tewas setelah kepalanya tertembus timah panas pelaku.

Baca Juga:

Pengungkapan Kasus Penembakan Polisi Sudah 90 persen

Pengungkapan Kasus Penembakan Polisi Diklaim Sudah 90 persen

Sepeda Motor Penembak Polisi Pondok Aren Sering Berganti Pemilik

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.