Selebrasi Sunyi Suporter di Balik Sukses Persija Jakarta Juara Piala Menpora 2021

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Tidak ada kegaduhan suporter di jalan begitu Persija Jakarta menaklukkan Persib Bandung 2-0 pada leg pertama final Piala Menpora 2021, Kamis (22/4/2021). Pendukung Macan Kemayoran menggelar selebrasi dalam sunyi.

Mengenal karakter Jakmania yang biasanya vokal menyangkut tim kesayangan, apalagi diraih atas musuh bebuyutan, perilaku ini merupakan anomali.

Jakmania selalu berpesta saat Andritany Ardhiyasa dan kawan-kawan merebut gelar, termasuk ajang pramusim. Masih lekat dalam ingatan bagaimana padatnya pawai kemenangan Persija saat memenangkan Piala Presiden 2018.

Pendukung Persija Jakarta membentangkan spanduk keyakinan juara Piala Menpora 2021. (Liputan6.com/Harley Ikhsan)
Pendukung Persija Jakarta membentangkan spanduk keyakinan juara Piala Menpora 2021. (Liputan6.com/Harley Ikhsan)

Kali ini mereka juga hampir pasti memetik prestasi. Asalkan tidak tumbang dengan defisit tiga gol di laga kedua, anak asuh Sudirman bakal menjuarai turnamen.

Pendukung Persija hanya menandai keyakinan melalui berbagai spanduk di penjuru ibu kota atau komentar di media sosial. Tentu ada beberapa pesan yang provokatif. Namun, hal itu bisa dimengerti mengingat rivalitas lawan mereka di final.

Sesumbar suporter pun tidak salah alamat. Persija mengamankan titel Piala Menpora 2021 usai kembali menaklukkan Persib 2-1 pada leg kedua final di Stadion Manahan, Solo, Minggu (25/4/2021).

Osvaldo Haay dan Riko Simanjuntak mencetak gol kemenangan Macan Kemayoran, setelah Persib sempat membuka harapan lewat Ferdinand Sinaga. Persib kesulitan mengejar menyusul kartu merah bagi bek kiri Abdul Aziz sehingga kalah agregat 1-4.

Suporter Sudah Dewasa

Pendukung Persija Jakarta membentangkan spanduk keyakinan juara Piala Menpora 2021. (Liputan6.com/Harley Ikhsan)
Pendukung Persija Jakarta membentangkan spanduk keyakinan juara Piala Menpora 2021. (Liputan6.com/Harley Ikhsan)

Aksi pendukung Persija merupakan gambaran suporter sepak bola Indonesia di tengah pandemi Covid-19. Mereka tahu perayaan berlebihan dapat memberi dampak negatif bagi klub dan sepak bola dalam negeri secara keseluruhan.

Pelanggaran akan membuat gelaran kembali terhenti. Di sisi lain, kesuksesan Piala Menpora 2021 di dalam dan luar lapangan bakal berbuah izin bergulirnya kembali kompetisi. Adanya kejuaraan itu krusial bagi sepak bola Tanah Air yang sempat mati suri setahun lebih akibat pandemi Covid-19.

Klub bisa memutar roda operasional sembari memburu prestasi. Di saat bersamaan, klub memberi panggung bagi pemain untuk mengasah kemampuan, yang kemudian bermuara pada tim nasional Indonesia.

Bagi timnas yang mewakili bangsa di pentas internasional, kesempatan ini penting karena berbagai ajang sudah di depan mata. Ada sisa kualifikasi Piala Dunia 2022, Piala AFF 2021, serta SEA Games 2021.

Hasilnya pun sudah terlihat di Piala Menpora 2021. Muncul bintang-bintang baru yang bisa menarik perhatian pelatih timnas Shin Tae-yong. Ada Assanur Rijal, Frets Butuan, Pratama Arhan, Saddam Gaffar, hingga Hilman Syah.

Suporter sudah dewasa terhadap konsekuensi-konsekuensi tersebut. Terbukti tidak ada laporan negatif selama penyelenggaraan Piala Menpora. Penerapan protokol kesehatan ketat juga berjalan lurus dengan lancarnya kompetisi, yakni tidak adanya laporan positif Covid-19 dari para peserta.

"Kita jangan paranoid dengan penyelenggaraan turnamen sepak bola seperti Piala Menpora. Kejuaraan lebih banyak manfaatnya, tentu dengan protokol kesehatan ketat. Ini sudah terbukti dengan saat uji coba timnas, suporter kita sudah dewasa, tinggal bagaimana sosialisasi protokol kesehatan maka suporter akan berusaha menjalankannya," papar Ketua Umum Paguyupan Suporter Timnas Indonesia Ignatius Indro

Apresiasi Pemerintah

Pemain Persija Jakarta, Taufik Hidayat (kanan) berebut bola dengan pemain Persib Bandung, Achmad Jufriyanto, pada laga kedua final Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (25/4/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pemain Persija Jakarta, Taufik Hidayat (kanan) berebut bola dengan pemain Persib Bandung, Achmad Jufriyanto, pada laga kedua final Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (25/4/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Suporter benar-benar mencamkan dan melaksanakan pesan dari operator. Mereka tahu dengan datang ke stadion, berkerumunan, atau menggelar nonton bareng merupakan pengkhianatan bagi perjuangan negara dan masyarakat Indonesia dalam memerangi pandemi Covid-19.

"Bapak Presiden sangat apresiasi dan terima kasih kepada PSSI, penyelenggara, dan juga penggemar sepak bola di Tanah Air. Secara khusus kepada suporter yang punya komitmen tinggi untuk menjaga kesepakatan awal bahwa tidak ada penonton, kerumunan, dan acara nonton bareng," ungkap Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali.

"Dengan ini kami optimis izin untuk kompetisi Liga 1 dan 2 2021 dikeluarkan oleh pihak kepolisian. Kami tentu akan memberikan rekomendasi agar Liga 1 dan 2 2021 dapat bergulir,” sambungnya.

Perilaku positif pendukung pun meyakinkan otoritas untuk memberi kesempatan agar mereka memberi dukungan langsung. Jika disetujui, suporter nantinya bisa memenuhi 20-30 persen kapasitas stadion.

"Kami mengapresiasi penerapan protokol kesehatan di turnamen Piala Menpora 2021. Saya meminta PSSI melakukan kajian dan kemudian dituangkan dalam bentuk proposal agar Liga 1 dan 2 nanti pertandingan boleh dihadiri penonton," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy.

"Sudah lama sepak bola mengalami hibernasi. Saat ini yang penting adalah bagaimana supaya sepak bola nasional segera menemukan bentuk aktivitasnya pada musim pandemi yang abnormal ini,” tambahnya, saat menonton langsung perempat final antara Persija vs Barito Putera di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Selanjutnya Kompetisi

Piala Menpora, yang mulai bergulir 21 Maret hingga 25 Mei 2021, pun selesai. Pelaksanaan dan kesuksesan ajang ini jadi modal bagi sepak bola Indonesia untuk berdenyut kembali.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan pada kesempatan sebelumnya mengungkapkan niat memulai kompetisi mulai 3 Juli 2021 hingga Maret 2022.

"Sepak bola adalah kehidupan dan harapan. Pandemi Covid-19 terlalu lama merusak kehidupan insan sepak bola Indonesia. Namun, riak kehidupan dan harapan itu muncul lagi lewat Piala Menpora," kata Ketua Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI) Yeyen Tumena.

Saksikan Video Berikut Ini