Seleksi CPNS Ada yang Curang, DPR: Diskualifikasi Pesertanya!

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Dari masa ke masa, diharapkan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dapat lebih baik lagi penyeleksiannya. Hal itu diungkapkan Anggota Komisi II DPR RI Zulfikar Arse Sadikin.

Ya, Zulfikar berharap segala jenis kecurangan yang terjadi dapat ditindak dan potensi kecurangan di masa depan harus diminimalisir.

"Seleksi itu harus makin menghasilkan orang orang yang siap bekerja di birokrasi yang kita inginkan. Yang akuntabel, transparan dan profesional. Kalau seleksi sudah curang bagaimana kita bisa berharap pada orang-orang yang sudah masuk itu," ujarnya di sela-sela pertemuan Panja RUU Aparatur Sipil Negara (ASN) Komisi II DPR RI dengan akademisi Universitas Diponegoro (Undip) di Semarang, Jawa Tengah, Senin (8/11).

Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI itu juga menyayangkan terjadinya dugaan kecurangan seleksi CPNS di beberapa daerah yang belum lama ini terjadi. Ia memastikan, Komisi II DPR RI akan memanggil lembaga terkait untuk mendapatkan konfirmasi terkait kejadian tersebut.

"Kami sangat menyayangkan pada proses (seleksi) itu masih ada yang berlaku curang," terangnya.

Padahal, kata Zulfikar, pemerintah telah berjanji menjalankan proses seleksi secara objektif serta bersedia memakai sistem yang dapat dipertanggungjawabkan. Untuk komitmen itu, Komisi II DPR RI mengapresiasi upaya pemerintah tersebut. Namun dengan adanya kejadian ini, Zulfikar mengakui, mengecewakan banyak pihak.

"Saya prihatin, tidak hanya kecewa, tapi rasanya juga memalukan. Sebab kecurangan ini ternyata banyak. Ini tidak bisa dibaca insidental saja, mungkin bisa jadi direncanakan. Maka keputusan BKN sudah tepat untuk mendiskualifikasi pesertanya. Tapi kami juga ingin hal itu diselidiki lebih lanjut. Sebab ini tampaknya sesuatu yang direncanakan bukan tiba-tiba," ujar Zulfikar.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel