Selenggarakan PON XX Papua, Bebas dari Covid-19 Jadi Kunci Sukses Indonesia

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Indonesia tengah menyelenggarakan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang berlangsung di Papua. Pelaksanaan PON XX Papua tak lepas dari keberhasilan Indonesia dalam mengatasi masalah kesehatan global Covid-19. Hal tersebut juga disampaikan oleh Bupati Jayapura Mathius Awoitauw.

Pemerintah di Kabupaten Jayapura telah yakin dan pastikan kesiapan stadion dan penerapan protokol kesehatan selama kompetisi berlangsung. Hal ini menyangkut tentang penyelenggaraan pesta akbar olahraga yang aman dari Covid-19.

TERKAIT: Makna di Balik Torang Bisa, Slogan PON XX Papua dan Maskotnya

TERKAIT: 7 Pesona Dhinda Salsabila, Atlet 18 Tahun yang Raih Emas di PON XX Papua

TERKAIT: Kemegahan Stadion PON XX Papua Lukas Enembe Salah Satu Arena Terbaik di Asia Pasifik Tuai Pujian

PON XX Papua pun telah dibuka sejak 2 Oktober lalu. Pembukaan acara ini dilaksanakan pada Stadion Lukas Enembe di Kabupaten Jayapura, Papua. Acara dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang sesuai dan memadai.

“Jadi, ada '5 Sukses' yang diutamakan dalam penyelenggaran PON kali ini, yaitu sukses prestasi, sukses ekonomi, sukses penyelenggaraan, sukses adaministrasi, dan yang terpenting sukses bebas COVID-19,” jelas Mathius pada wawancara singkat bersama Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB) pada 30 September, dikutip dari liputan6.com pada Senin (04/10).

“Proses vaksinasi terus kami galakkan, protokol kesehatan juga selalu kami sosialisasikan,” tambahnya.

Menurut Mathius, vaksinasi dan pelaksanaan protokol kesehatan menjadi garda terdepan untuk pelaksanaan PON XX Papua yang bebas akan Covid-19. Seluruh pihak dan orang yang terlibat di dalam acara wajib memenuhi dua syarat tersebut.

Pastikan acara berjalan dengan aman

Mobil masker yang disediakan oleh Satgas Prokes PON XX (Dok. BNPB)
Mobil masker yang disediakan oleh Satgas Prokes PON XX (Dok. BNPB)

Untuk mendukung gagasan PON XX Papua tanpa lonjakan kasus Covid-19, BNPB melalui Satuan Tugas Protokol Kesehatan (Prokes) PON XX laksakan asistensi kepada Panitia Besar PON XX. Asistensi ini dilakukan secara rutin untuk penguatan protokol kesehatan selama acara berlangsung.

Prasinta Dewi, selaku Ketua Satuan Tugas Prokes PON XX, serta Deputi Bidang Pencegahan BNPB, menyatakan bahwa prokes yang ketat telah dilaksanakan dalam acara PON XX. Hal ini meliputi pengaturan alur masuk penonton dan atlet, vaksinasi, skrining, penggunaan masker yang benar, dan edukasi protokol kesehatan lainnya.

“Kami akan pastikan penyelenggaraan PON XX ini benar-benar menerapkan protokol kesehatan dan aman dari potensi lonjakan kasus COVID-19,” ujar Dewi melalui keterangan resmi.

Hal ini tercermin pada pembukaan PON XX yang terlaksana pada Sabtu (02/10) kemarin. Satgas Prokes PON XX telah menurunkan gerai dan mobil masker, serta penerjunan beberapa relawan di Stadion Lukas Enembe.

BNPB sediakan gerai masker

Gerai dan mobil masker telah disebarkan ke 4 kabupaten atau kota di Provinsi Papua (Dok. BNPB)
Gerai dan mobil masker telah disebarkan ke 4 kabupaten atau kota di Provinsi Papua (Dok. BNPB)

Sejalan dengan rencana pemerintah, total gerai masker yang dibangun oleh BNPB terletak di empat wilayah. Pembagiannya pun cukup tersebar, yaitu, 24 gerai dan mobil masker sebanyak delapan mobil.

Prasinta Dewi menyatakan bahwa jumlah tersebut akan bertambah seiring dengan adanya kerjasama dari instansi lain. BNPB pun telah menargetkan penyebaran masker yang akan dibagikan oleh Satgas Prokes PON XX, yaitu sebanyak 1 juta masker.

“Kami berharap masyarakat Papua selama PON berlangsung dan sesudahnya, tidak ada kenaikan kasus COVID-19 dan tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan,” ucapnya.

Hingga Kamis (30/09), masker telah berhasil disebarkan ke empat kabupaten atau kota di Provinsi Papua. Terhitung sejak Kamis, Satgas Prokes PON XX telah membagikan sebanyak 329.230 masker.

Penulis: Meisie Cory

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel