Selesai Tawaf, Jemaah Haji Bermalam di Mina Bersiap ke Arafah

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pihak berwenang Arab Saudi telah menyelesaikan pengaturan pergerakan jemaah haji yang selesai melaksanakan Tawaf Qudum (salah satu rukun haji) pada Sabtu, 17 Juli 2021, menuju tenda-tenda di Mina, Mekah, Arab Saudi.

Jemaah mulai digeser ke kawasan Mina pada hari Tarwiyah, Minggu 18 Juli 2021, dan keesokan harinya akan melaksanakan puncak ibadah haji wukuf di Arafah. Dilansir SaudiGazette, sejumlah persiapan logistik dan kesehatan masih terus dilakukan di dalam kamp-kamp jemaah di Mina.

Seperti diketahui, jemaah haji gelombang pertama pada hari Sabtu menyelesaikan ritual Tawaf Al-Qudum (Tawaf Kedatangan) di masa pandemi dengan sistem layanan dan tindakan pencegahan yang terintegrasi.

Sebanyak 60.000 peziarah domestik dari 150 negara ambil bagian dalam penyelenggaran ibadah haji tahunan dalam situasi pandemi. Sebanyak 25.000 pejabat dan staf dikerahkan untuk melayani para peziarah.

Kementerian Haji Arab Saudi menyediakan 3.000 bus untuk mengangkut jemaah, dan setiap bus hanya akan membawa 20 jemaah. Menurut Wakil Menteri Haji Muhammad Al-Bijawi, pembagian menjadi 20 jemaahbertujuan untuk membatasi infeksi hingga 20 jemaah jika ada jemaah yang terinfeksi dalam kelompok mana pun.

Larangan mendekati Hajar Aswad juga akan terus berlanjut. Sementara itu, Kementerian Kesehatan mengumumkan telah menyiapkan sejumlah fasilitas, klinik keliling, dan ambulans untuk melayani jemaah haji.

Direktur Keamanan Publik dan Ketua Panitia Keamanan Haji Jenderal Khalid Al-Harbi mengatakan bahwa hanya mereka yang telah menerima dua dosis vaksin virus corona yang akan diizinkan untuk melakukan haji.

Pada hari Jumat, Al-Harbi memeriksa kesiapan otoritas keamanan, yang ditugaskan untuk menerapkan rencana keamanan di tempat-tempat suci. Tur inspeksi mencakup semua komando pasukan keamanan haji dan otoritas keamanan pendukung.

Para peziarah mulai berdatangan ke Mekah pada hari Sabtu, dalam persiapan ritual haji yang terbatas. Ini merupakan tahun kedua secara berturut-turut pelaksanaan ibadah haji terbatas karena penyebaran epidemi yang terus berlanjut.

Haji tahun ini dibatasi untuk jemaah haji berusia antara 18 dan 65 tahun, dan yang tidak memiliki penyakit kronis. Tahun lalu, Arab Saudi menyelenggarakan haji terkecil dalam hal jumlah peserta dalam sejarah modern.

Pihak berwenang Saudi berusaha untuk mengulangi keberhasilan haji tahun lalu, yang ditandai dengan pengaturan organisasi yang ketat dan kepatuhan total terhadap langkah-langkah pencegahan terhadap pandemi.

Musim haji bertepatan dengan peningkatan jumlah infeksi di seluruh dunia, terutama karena penyebaran strain virus yang bermutasi, meskipun kampanye vaksinasi telah berlangsung selama beberapa bulan.

Kementerian Haji dan Umrah menegaskan bahwa mereka mengikuti tingkat tindakan pencegahan kesehatan tertinggi sehubungan dengan pandemi COVID-19 dan varian barunya. Kerajaan berusaha menggunakan sarana teknologi yang sangat canggih untuk memastikan penerapan jarak fisik dan membendung penyebaran pandemi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel