Selidiki Dugaan Pelanggaran Prokes Habib Rizieq, Polisi Cek CCTV

Daurina Lestari, Foe Peace Simbolon , Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya memeriksa rekaman kamera Closed Circuit Television (CCTV) di sekitar lokasi acara pernikahan putri Imam Besar Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab, dan Maulid Nabi di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Mengumpulkan alat bukti digital juga ada beberapa CCTV yang dikumpulkan, termasuk memeriksa rekaman CCTV yang ada di sekitar daerah tersebut," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus di Markas Polda Metro Jaya, Kamis, 19 November 2020.

Baca juga: Acara Maulid Nabi, FPI Dapat Izin Gunakan Jalan dari Sudinhub Jakpus

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono, mengatakan penyidik telah mengambil rekaman CCTV di sejumlah lokasi acara yang dihadiri oleh Habib Muhammad Rizieq Shihab untuk proses penyelidikan dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes).

“Penyidik mengumpulkan alat bukti digital bersama Puslabfor Polri di antaranya mengambil rekaman CCTV di beberapa titik sekitar TKP pada Sabtu, 14 November 2020,” kata Awi di Mabes Polri pada Kamis, 19 November 2020.

Namun, Awi belum mengetahui berapa jumlah rekaman CCTV yang diamankan penyidik untuk dipelajari terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan saat acara Habib Rizieq Shihab.

Menurut dia, penyidik mengamankan CCTV untuk menguatkan konstruksi hukum agar bisa mengetahui secara pasti apakah ada dugaan pelanggaran protokol kesehatan saat acara yang dihadiri Habib Rizieq Shihab.

“Kalau kasat mata semua orang tahu, tapi kalau konstruksi hukum itu harus dilakukan pemeriksaan sebagai barang bukti, jejak digital apakah betul terjadi atau tidak terjadi kerumunan pelanggaran protokol kesehatan,” ujarnya.

Oleh karena itu, Awi mengatakan, tim Puslabfor Polri tetap melakukan pemeriksaan terhadap CCTV untuk dianalisis bersama ahli. “Walaupun kasat mata kita tahu, kalau berita acara harus tetap dilakukan penyitaan penyitaan, analisa digital,” katanya.

Tim penyidik dari Polda Metro Jaya juga masih terus mengumpulkan alat-alat bukti yang lain. Alat-alat bukti itu guna kelengkapan berkas perkara. Apabila sudah lengkap dari keterangan saksi dan barang bukti, penyidik akan melakukan gelar perkara untuk menentukan status kasus ini. Apakah naik ke penyidikan atau tidak. (ase)