Selidiki Pembacokan Personel Brimob, Polda Papua Kirim Tim Khusus ke Wamena

Merdeka.com - Merdeka.com - Polda Papua mengirimkan tim khusus (timsus) ke Wamena. Mereka menyelidiki kasus pembacokan yang menyebabkan anggota Brimob meninggal dunia dan dua pucuk senjata laras panjang hilang.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri mengatakan, tim yang dikirim berjumlah 32 personel. Dansat Brimob, Kabid Propam, dan Direskrimsus turut serta dalam tim itu.

"Mereka sudah naik, 32 orang dari Gakum juga Direkrimum juga sudah ada," ujar Fakhiri, Senin (20/6)

Atasan Korban Diperiksa

Fakhiri juga telah memerintahkan Kabid Propam untuk memeriksa AKP Rustam yang saat kejadian sedang bersama dengan korban.

"Akan kita evaluasi SOP yang terjadi di lapangan, pada prinsipnya untuk body system di daerah konflik itu lima orang, nah ini hanya dua orang, itu yang akan kita periksa," jelasnya.

Dia juga belum bisa memastikan siapa pelaku pembacokan dan perampasan senjata itu. "Memang ada indikasi pelakunya KKB, Tapi belum bisa saya simpulkan sampai hasil penyidikan keluar," ujarnya.

Sebelumnya, seorang anggota Brimob dari Batalion D Wamena, Bripda Diego Rumaropen, meninggal dunia usai dibacok orang tidak dikenal di Wamena Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (18/6) kemarin.Dua pucuk senjata laras panjang jenis SS dan AK 101 juga raib dalam peristiwa itu. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel