Selingkuh Terkuak dari Pesan BlackBerry Messenger

TRIBUNNEWS.COM,MALANG- Penyebab pembacokan terhadap Carik (Sekretaris Desa) Tlekung Kecamatan Junrejo, Nulhadi (43),pada Senin (22/10) diduga adanya perselingkuhan dengan istri pelaku, Abdul Wahab Imam warga Desa Beji.

Perselingkuhan tersebut terkuak dari isi BlackBerry Messenger (BBM) antara istri Wahab berinisial TFY (27) dengan Nulhadi.

Kapolsek Junrejo, AKP Sutantyo mengungkapkan, pagi hari sebelum peristiwa pembacokan, TFY mengirim BBM kepada Nulhadi. Isinya, "Aku dah cerita semua ke pa'i (Wahab) tentang kita beib. Aku cerita ke pa'i bahwa hubungan kita sudah jauh. Aku sudah cerita ke pa'i tentang identitas pean. Dan pa'i mau ke kantor pean bikin perhitungan. Tolong kalo pak'i emosi jangan dijawab emosi juga ya beib.

“BBM ini kami dapatkan dari BB milik Nulhadi. Diduga ada hubungan khusus antara dua orang itu,” ujar AKP Sutantyo di Polsek Junrejo, Selasa (23/10/2012).

Akibat pembacokan tersebut, Wahab pun dikenai pasal 351 ayat 2 mengakibatkan korban luka berat. Dia terancam hukuman penjara maksimal lima tahun. Karena Wahab kooperatif dengan cara menyerahkan diri kepada polisi, kemungkinan dia akan mendapat keringanan hukuman.

“Itu (keringanan hukuman) bisa saja disampaikan kepada hakim saat sidang nanti. Bisa jadi ada pertimbangan dari hakim,” terangnya.

Atas dugaan perselingkuhan itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Batu, Abu Sufyan belum bisa member tindakan kepada Nulhadi yang statusnya sebagai pegawai negeri sipil. “Kami tidak boleh memvonis. Kami lihat dulu hasil penyidikan. Sebagai PNS memang ada aturan tidak boleh berbuat seperti itu,” ujarnya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.