Seluruh Asrama Haji Bakal Disulap Jadi Rumah Sakit Darurat Corona Covid-19

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir terus mencari tempat untuk dijadikan Rumah Sakit Darurat Corona Covid-19. Rencananya, pemerintah akan membangun rumah sakit darurat di tiap provinsi untuk menangani pasien terinfeksi virus Corona.

"Kami diperintahkan Pak Erick supaya mulai cari (tempat) di beberapa provinsi," kata Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Selasa, (24/3/2020).

Arya melanjutkan, sejauh ini Kementerian BUMN akan menjalin kerja sama dengan Kementerian Agama. Dalam kerja sama ini kemungkinan besar Kementerian BUMN akan memanfaatkan asrama haji yang dikelola oleh Kementerian Agama untuk dijadikan Rumah Sakit Darurat Corona.

Alasannya, asrama haji dianggap memenuhi kriteria sebab bisa menampung orang banyak. Jika ini dimungkinkan, pihaknya akan segera mengeksekusi dengan bantuan sejumlah anak perusahaan di BUMN.

"Ini nanti disiapkan oleh Kementerian BUMN bersama seluruh anak perusahaannya," ujar Arya.

 

3 Kota Pertama

Petugas merapikan tempat tidur di Gedung E, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (4/7/2019). Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) embarkasi Jakarta - Pondok Gede siap menyambut jemaah haji kloter pertama DKI Jakarta yang dijadwalkan tiba pada Sabtu (6/7). (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Rencananya, rumah sakit darurat di asrama haji ini akan ada di Bandung, Semarang dan Surabaya. Sebagaimana di diketahui, BUMN telah menyulap Wisma Atlet di Kemayoran menjadi Rumah Sakit Darurat Covid-19.

Kamar para atlet ini sudah diubah menjadi kamar yang siap menampung pasien terinfeksi virus corona.

"Itu kami kerjakan 4 hari," kata Arya.

Selain ruang rawat inap, sejumlah fasilitas juga telah disediakan. Misalnya ruang ICU, Unit Gawat Darurat (IGD), hingga laboratorium. Sejumlah perangkat kesehatan juga telah disediakan seperti perlengkapan tes lap, tes PCR, tes paru dan tes darah.

"Apa yang dikerjakan di Jakarta akan kami duplikasi di beberapa daerah," kata Arya mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: