Seluruh Jenasah Tragedi Selat Sunda Sudah Diambil

TEMPO.COBakauheni - Seluruh jenasah korban tabrakan kapal Bahuga Jaya dengan kapal kargo Norgas Cathinka sudah diambil pihak keluarga dari Rumah Sakit Umum Bob Bazaar Kalianda. Pengambilan jenazah cukup ketat karena pihak ahli waris harus melalui serangkaian pemeriksaan. ''Kami harus memeriksa dokumen dan kecocokan identitas ahli waris dengan korban,'' kata Kepala Kepolisian Resor Lampung Selatan Ajun Komisaris Besar Tatar Nugroho, Kamis 27 September 2012.

Keenam jenasah yang sudah diambil dari rumah sakit adalah Salam Priono, Imas, Maryono, Najwa, Darniah dan Ruslani. Pengambilan jenasah diwarnai suasana haru. ''Kami kehilangan dua anggota keluarga,'' kata Purwati, 55 tahun, yang kehilangan menantu dan cucunya.

Purwati kehilangan Sri Nuraini, 34 tahun dan Najwa, 8 tahun. Sementara anaknya Yudha Sudarsono sempat dirawat di Rumah Sakit Krakatau Medika Cilegon, Banten. ''Rencananya akan dimakamkan di Pamulang, Tangerang,'' katanya.

Sementara itu Tim SAR hari ini melakukan pencarian korban yang masih terjebak di dalam kapal Bahuga Jaya. Sebanyak sepuluh penyelam dikerahkan untuk menyisir setiap sudut kapal. ''Lokasi sudah kami tandai. Bangkai kapal ada di kedalaman 50 meter dan posisi di 05.52.7 LS & 105.50.7 BT,'' kata Kepala Kantor SAR Lampung Saidar R. Jaya.

Saidar mengatakan para penyelam berasal dari 3 orang dari Tim SAR dan 7 orang dari anggota Jalamangkara TNI Angkatan Laut. Mereka juga didukung oleh 35 orang dari tim medis dan teknisi. ''Pencarian akan kami lakukan selama sepekan atau hingga seluruh korban berhasil dievakuasi,'' katanya.

Tim penyelam, lanjut dia, harus ekstra hati-hati karena arus air di dasar laut sangat kencang. Selain itu, gelombang dan angin kencang juga masih kerap terjadi di perairan Selat Sunda. ''Sehingga kami juga melibatkan BMKG Stasiun Maritim Panjang,'' katanya.

NUROCHMAN ARRAZIE

Berita Terpopuler:

DPR Terbelah Jika Kapolri Dipanggil KPK

Ini yang Akan Terjadi Jika Jendela Pesawat Dibuka 

PDIP Tak Setuju Protokol Antipenistaan Agama SBY

Bulan Madu PDIP dan Prabowo di Ujung Tanduk

DPR Pertanyakan Konflik Menhan dan Jakarta Post

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.