Semakin Dekati RI, Varian Baru COVID-19 Tercatat 25 Kasus di Singapura

Raden Jihad Akbar, Dinia Adrianjara
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sebanyak 25 kasus varian baru COVID-19 yang pertama kali terdeteksi di Inggris, telah mulai menyebar di Singapura. Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan dari 25 kasus varian B117, lima kasus lokal dan 20 kasus impor dari Eropa pada 26 Januari lalu.

Lima kasus lokal B117 adalah kasus 59028, 59059, 59084, 59340 dan 59351. Investigasi epidemologi sedang berlangsung untuk menentukan apakah lima kasus tersebut terkait satu dengan yang lainnya.

Baca juga: Kapolri Listyo ke Muhammadiyah, Abdul Mu'ti: Polisi Sahabat Umat

Varian B117 SARS-CoV-2 adalah salah satu dari beberapa jenis COVID-19 yang bermutasi. Varian ini menimbulkan kekhawatiran di seluruh dunia karena berpotensi jauh lebih menular daripada virus sebelumnya.

Kemenkes Singapura mengatakan, pihaknya juga dapat melakukan penemuan kasus aktif tambahan untuk mendeteksi kasus sedini mungkin, ketika muncul kasus awal positif untuk varian B117.

"Tidak ada kasus baru yang muncul dari masyarakat sejauh ini, dan kami berharap upaya kami dapat memagari kasus tersebut dan mencegah penularan lebih lanjut," kata pernyataan Kemenkes Singapura.

Dilansir dari Channel News Asia, Jumat 29 Januari 2021, Singapura melaporkan kasus B117 COVID-19 pertamanya pada 23 Desember yakni seorang siswa Singapura berusia 17 tahun yang kembali dari Inggris sejak 6 Desember lalu.

Varian baru COVID-19 yang lain yakni varian Afrika Selatan 501Y.V2 yang mungkin lebih mudah menular, bahkan dapat memengaruhi keefektifan pengobatan dan vaksin COVID-19 saat ini. Kemenkes Singapura mengatakan sejauh ini tidak ada kasus 501Y.V2 yang ditemukan di negaranya.