Semangat Kakek Penjual Es Kelapa Berusia 89 Tahun

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Saat usia senja, tidak sedikit orang yang sudah beristirahat dari kerja dan hanya menghabiskan waktu bersama keluarga. Namun, berbeda dengan kakek penjual es kelapa yang videonya sempat viral.

Baru-baru ini warganet dibuat terenyuh sekaligus sedih melihat video kakek penjual es kelapa yang diunggah oleh akun TikTok @kita_berbagi2. Meski sudah berusia 89 tahun, ia masih tetap berjualan setiap hari untuk menyambung hidup.

Ada beberapa video yang dibagikan akun donasi tersebut. Dalam salah satu unggahan, akun itu menyebutkan bahwa kakek tersebut masih begitu bersemangat ketika berjualan es. Kakek penjual es tadi dengan sigap membuatkan pesanan pelanggan dari balik gerobak yang menjadi sumber penghasilannya.

"Sedikit cerita tentang kakek penjual es kelapa 89 tahun. Beliau tinggal di kontrakan bersama sang istri. Beliau jualan dari jam 9 pagi sampai 4 sore. Ketika ditanya mengenai anak, beliau langsung menangis," tulis keterangan dalam video itu.

"Di usia senjanya, kakek masih semangat berjualan mendorong gerobak. Sudah 3 tahun anak tidak pulang kata beliau," tulisnya lagi. Penonton juga bisa melihat tempat tinggal sederhana dengan tembok kayu yang dihuni oleh kakek tersebut.

Pengunggah video menjelaskan bahwa kakek itu berjualan di sekitar Jalan Rawasari, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Salah satu video yang diunggah pada 16 Oktober 2021 berhasil viral setelah ditonton lebih dari 760 ribu kali dan disukai lebih dari 86 ribu kali.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Langsung Ingin Membantu

Cerita Haru Kakek 89 Tahun Masih Semangat Jualan Es Setiap Hari. foto: TikTok @kita_berbagi2
Cerita Haru Kakek 89 Tahun Masih Semangat Jualan Es Setiap Hari. foto: TikTok @kita_berbagi2

Ribuan warganet turut memberikan komentar sekaligus doa serta semangat kepada sang kakek. Tak sedikit warganet yang ingin datang langsung untuk membantu kakek tersebut.

"Sehat selalu kakek. Semoga Allah memberikan rezeki yang melimpah untuk kakek," komentar seorang warganet. "Seharusnya kakek ini tinggal ikut anaknya tapi malah bekerja (emoticon menangis). Semangat kek, semoga diperbanyak rezekinya," kata warganet lain.

"Sering lihat kakek ini mangkal di dekat SMK YPT padahal masih pagi. Kasihan kakeknya waktu bungkusin es tangannya getar-getar," komentar warganet lainnya.

Akun @kita_berbagi2 ini juga membuka donasi bagi kakek penjual es kelapa itu maupun orang-orang lainnya di video yang pernah mereka unggah yang dianggap pantas untuk dibantu.

Tukang Bubur

Cerita Haru Kakek 89 Tahun Masih Semangat Jualan Es Setiap Hari. foto: TikTok @kita_berbagi2
Cerita Haru Kakek 89 Tahun Masih Semangat Jualan Es Setiap Hari. foto: TikTok @kita_berbagi2

Sebelumnya, Puteri Indonesia Lingkungan 2020 Putu Ayu Saraswati juga pernah membagikan cerita tentang seorang tukang bubur berusia 72 tahun yang pernah ditemuinya. Menurut Ayu, kakek bernama Unang itu tetap semangat berkeliling sejak pukul 07.00 pagi hingga maghrib di kawasan Jakarta Selatan.

Karena tinggal di Bogor dengan jarak sekitar 60 kilometer, Unang harus menempuh perjalanan dengan naik kereta. "Ketika saya berbicara dengan pria yang bahagia ini saat sarapan, tidak ada satu keluhan pun yang datang darinya," tulis Ayu di akun Instagramnya.

Ada pesan mendalam yang Ayu petik dari semangat Unang. "Mendengar cerita-cerita beliau, jadi malu keinget suka mengeluh karena hal-hal kecil," tambahnya.

Ayu turut mengajak masyarakat yang jika kebetulan bertemu Unang untuk menyapa tukang bubur tersebut. Juga, bagi mereka yang ingin berbagi sesuatu atau menyantap sarapan bubur Unang dapat menghubungi tukang bubur tersebut.

4 Poin Utama Cegah Klaster Keluarga

Infografis 4 Poin Utama Cegah Klaster Keluarga. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 4 Poin Utama Cegah Klaster Keluarga. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel